BANGLI, SUDUTPANDANG.ID – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli mengembangkan potensi dan bakat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui sistem pembinaan kemandirian.
Hal tersebut dilihat dari potensi yang ada di masing-masing WBP dengan menggali potensi, sehingga akan lebih mudah dikembangkan ke arah yang lebih baik.
“Jadi, warga binaan yang punya potensi warga binaan Lapastik Bangli yang sudah terampil, kami minta mereka melibatkan teman-temannya yang belum mempunyai keahlian,” kata Kalapastik Bangli, Maruli Simbolon, dalam keterangannya, Jumat (9/8/2024).
Maruli Simbolon menekankan pentingnya terjadi interaksi antara warga binaan, sehingga potensi diri mereka dapat berjalan dengan baik.
“Contohnya, kami ada lahan yang ditanami asparagus itu, memang sudah ada warga binaan berprofesi sebagai petani. Kemudian, ada juga yang mempunyai hobi di bidang itu Selanjutnya, mereka yang menuntun. Hasilnya sangat luar biasa, itu bisa dilihat oleh teman-teman sekalian,” tutur Maruli Simbolon.
Selain itu, lanjutnya, ada WBP yang hobi musik, menyanyi dan band serta membuat barang kerajinan tangan, kuliner, bengkel, usaha sablon dan lain sebagainya.
Pihaknya pun mendorong WBP upaya memiliki pengetahuan dan wawasan baru di bidang tersebut untuk mengembangkan potensi diri mereka.
“Warga Binaan yang hobi band, ada mereka punya bakat menyanyi, buat kuliner, barang kerajinan tangan, usaha bengkel, sablon dan lainnya, tapi belum terlibat disitu, ketika mereka kami gabungkan akhirnya menambah pengetahuan dan wawasan baru bagi teman-teman yang lain,” terangnya.
Pekan Olahraga
Terkait Pekan Olahraga, Maruli Simbolon mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenkumham Bali Pramella Yunidar Pasaribu bersama Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang telah mempercayakan Lapastik Bangli untuk menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan pimpinan Kanwil Kemenkumham, Lapastik Bangli jadi tuan rumah Pekan Olahraga ini. Acara ini berlangsung hanya sehari dan semua kegiatan berjalan dengan baik. Bola voli berjalan, tenis meja dan game berjalan, juga musik, kemudian lomba tradisional, yang semuanya berjalan,” ucap Maruli Simbolon.
Untuk peserta Pekan Olahraga, lanjutnya semua merupakan pegawai Kemenkumham Bali, termasuk seluruh UPT, baik dari pemasyarakatan maupun imigrasi.
“Ini hanya khusus pegawai Kanwil Kemenkumham Bali, khususnya 19 UPT yang ada di Bali, termasuk Kanwil semuanya terlibat dalam Pekan Olahraga, sementara Warga Binaan tidak terlibat,” terangnya.
Adapun olahraga yang dipertandingkan meliputi tenis lapangan, tenis meja, bola voli, futsal, kempo dan olahraga tradisional, yang diikuti oleh seluruh ASN pada Kantor Wilayah dan UPT yang terbagi dalam 5 rayon.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu menyatakan, bahwa Pekan Olahraga diselenggarakan sebagai bentuk kegiatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa solidaritas dalam menggelorakan serta menyemarakkan Hari Pengayoman ke-79.
“Pada hari yang istimewa ini, sesuai dengan tema Hari Pengayoman ke-79 yaitu “Kementerian Hukum dan HAM Mengabdi untuk Negeri Menuju Indonesia Emas 2045, mari kita rayakan hari ulang tahun dengan semangat persatuan dan kebersamaan,” kata Pramella, saat membuka Pekan Olahraga di Lapangan Lapastik Bangli, Kamis (8/8/2024).
Pramella meminta seluruh jajaran, agar meraih prestasi dengan tetap menjunjung sportivitas.
“Selamat bertanding bagi para atlet dan kepada para wasit agar selalu bersikap adil dalam melaksanakan tugas,” pungkasnya. (One/01)










