Marciano Lantik Nabil Pimpin KONI Jatim

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman secara resmi mengukuhkan dan melantik Ketua Umum KONI Jawa Timur masa bakti 2025–2029 M. Nabil beserta jajaran pengurusnya. (Foto: Koni).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman secara resmi mengukuhkan dan melantik Ketua Umum KONI Jawa Timur masa bakti 2025–2029 M. Nabil beserta jajaran pengurusnya.

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026), dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutannya, Marciano menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional.

Ia menyebut atlet-atlet binaan Jawa Timur telah menjadi tulang punggung Tim Nasional Indonesia pada berbagai ajang multievent internasional.

“Atlet-atlet Jawa Timur ini merupakan tulang punggung Tim Nasional Indonesia. Hal itu terbukti pada SEA Games Thailand 2025, di mana banyak atlet Jawa Timur yang menyumbangkan medali,” ujar Marciano.

Merujuk data SEA Games Thailand 2025, sebanyak 134 atlet Indonesia berasal dari pembinaan Jawa Timur. Mereka menyumbangkan total 99 medali, terdiri dari 34 emas, 35 perak, dan 30 perunggu.

Capaian tersebut setara dengan sekitar 34 persen dari total medali emas yang diraih kontingen Indonesia.

Salah satu atlet paling menonjol adalah Martina Ayu Pratiwi dari cabang triathlon yang menjadi atlet dengan raihan medali terbanyak, yakni tujuh medali yang terdiri dari lima emas dan dua perak. Prestasi tersebut semakin menegaskan kualitas pembinaan olahraga di Jawa Timur.

BACA JUGA  Ketua KONI Pusat Buka Rakernas Taekwondo 2023

Selain itu, Jawa Timur juga dikenal melahirkan atlet kelas dunia seperti petenis Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat.

Provinsi ini juga menjadi tempat lahir sejumlah legenda olahraga nasional, di antaranya peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 Alan Budikusuma serta Rudy Hartono yang delapan kali menjuarai All England dan menjadi juara ekshibisi bulu tangkis Olimpiade Munich 1972. Dari cabang sepak bola, Jawa Timur juga melahirkan nama besar seperti Eri Irianto.

Marciano menekankan bahwa seluruh atlet berprestasi di tingkat internasional pada dasarnya merupakan hasil pembinaan dari daerah.

“Atlet-atlet yang menjadi juara di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade semuanya berasal dari pembinaan daerah, baik melalui KONI kabupaten/kota maupun KONI provinsi beserta cabang olahraganya, sebelum akhirnya menjadi atlet nasional,” jelasnya.

Ia pun berharap kepengurusan KONI Jawa Timur di bawah kepemimpinan M. Nabil dapat menjawab dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan prestasi yang lebih baik.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Apresiasi Peran Ketua Cabor di SEA Games 2025

“Dukungan yang diberikan Ibu Gubernur harus dijawab dengan prestasi yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” pesan Marciano.

Marciano juga mengingatkan bahwa KONI tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan prestasi olahraga. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan pembinaan atlet.

Senada dengan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun prestasi olahraga.

“Sinergi ini menjadi penting, tidak ada sukses sendirian,” tegas Khofifah.

Ke depan, KONI Jawa Timur ditargetkan mampu meraih posisi juara atau runner-up pada sejumlah multievent nasional. Agenda terdekat adalah PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Juli–Agustus 2026 serta PON Pantai 2026 di Ancol pada Oktober–November.

Setelah itu, Jawa Timur juga akan menghadapi PON Indoor dan PON Remaja 2027, serta PON XXII/2028 di NTT–NTB yang berfokus pada cabang olahraga Olimpiade, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang unggulan internasional, dan pilihan tuan rumah.

Berdasarkan catatan prestasi multievent terakhir, Jawa Timur kerap menempati peringkat ketiga. Pada PON Bela Diri I/2025 di Kudus, Jawa Timur finis di peringkat ketiga dengan 33 emas, 17 perak, dan 13 perunggu.

BACA JUGA  Derrick Michael Sudah Bergabung di Australia

Posisi serupa juga diraih pada PON XXI/2024 Aceh–Sumut dan PON XX/2021 Papua. Adapun prestasi terbaik diraih pada PON XIX/2016 Jawa Barat dengan menempati peringkat kedua.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur M. Nabil dalam sambutannya menegaskan komitmennya membangun prestasi melalui sinergi seluruh pihak. “Kami berharap semuanya bisa bersinergi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, ketika negara hadir secara total dalam pembinaan olahraga, hasil positif dapat diraih. “Saat SEA Games Thailand 2025, Indonesia finis di peringkat kedua. Jawa Timur menjadi penyumbang medali terbanyak,” kata Nabil.

Nabil pun berharap Jawa Timur dapat kembali menjadi kontributor utama medali Indonesia pada SEA Games berikutnya di Malaysia.

“Kami bertekad membawa nama Indonesia dan menjadikan Jawa Timur sebagai daerah penyumbang prestasi dunia,” pungkasnya. (09/AGF).