Masya Allah, Gubernur Kalbar Targetkan 5 Ribu Penghapal Al-Qur’an

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, S.H., M.Hum saat mewisuda Hafiz dan Hafizah Penghafal Al-Qur'an 30 Juz di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (18/10/2020)/ist

Pontianak, SudutPandang.id – Gubernur Kalbar, Sutarmidji, menargetkan 5.000 hafiz dan hafizah penghapal Al-Qur’an di provinsi yang dipimpinnya.

Ia juga meminta kepada seluruh pengasuh Lembaga Tafizh Qur’an untuk betul-betul memperhatikan para calon hafiz dan hafizah.

“Mudah-mudahan mereka (hafiz dan hafizah) dapat melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi sebagaimana tadi sudah kita MoU dengan berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Kalbar, kita berupaya juga nanti mencarikan donatur-donatur untuk membantu pembiayaan pendidikan dan lain sebagAinya,” harap Sutarmidji, saat acara Wisuda Hafiz dan Hafizah Penghafal Al-Qur’an 30 Juz di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (18/10/2020).

Menurutnya, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar untuk memotivasi dan membangkitkan minat baca Al-Qur’an bagi generasi muda dan anak-anak.

“Untuk membentuk insan-insan Muslim yang berciri dan berkarakter sebagai generasi Al-Qur’an,” tuturnya.

BACA JUGA  Kebakaran di Mempawah, Sejumlah Ruko Diamuk Si Jago Merah

“Mudah-mudahan setiap bulan akan terus ada, sehingga target kita 5.000 hafiz bisa tercapai dalam waktu 5 tahun,” harap Sutarmidji.

Dikatakannya, nanti ada satu lembaga yang mungkin menghimpun dana-dana dari donatur untuk membantu biaya pendidikan dari hafiz dan hafizah sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga Perguruan Tinggi.

“Saya harap ini bisa kita wujudkan, dan saya yakin dengan adanya lembaga itu kita akan lebih mudah dalam memberikan bekal ilmu kepada mereka yang sudah hafal Qur’an,” harapnya.

Selain wisuda, Sutarmidji juga melantik Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalbar periode 2020-2023.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kalbar meminta kepada lembaga-lembaga Badan Wakaf untuk menyelesaikan target pertama itu selesai.

“Bagaimana mau mesertifikatkan seluruh lahan atau tanah wakaf agar kemudian hari tidak lagi terjadi sengketa-sengketa setelah begitu panjang, mungkin sudah tiga, empat keturunan lalu ada yang mempermasalahkan,” katanya.

BACA JUGA  Jumat Berkah Ramadhan, Media Sudut Pandang Berbagi ke Anak Yatim di Warakas

“Saya berharap ini semuanya dan Kementerian Agama saya minta untuk mempermudah dan membantu untuk mesertifikatkan itu,” pintanya.

Dirinya juga akan mengajak masyarakat yang punya atau ekonomi yang kuat untuk ikut sumbangsihnya dalam wakaf dalam bentuk lahan atau hal-hal lain untuk kepentingan agama ataupun sosial lainnya.

Sutarmidji mengungkapkan, sebetulnya yang ikut tes berjumlah 90 orang, namun lolos 50 orang.

Insya Allah bulan depan akan kita tes lagi untuk beberapa kabupaten, karena yang kemarin mengikuti tes hanya Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, jadi bulan depan akan kita tambah kabupaten-kabupaten lain, karena kondisi Covid-19 jadi terbatas,” ujar mantan Wali Kota Pontianak ini.

Sebanyak 50 Hafizh dan Hafizhah penghafal Al-Qur’an 30 juz yang diwisuda, 21 orang berasal dari Kota Pontianak, dan 29 asal Kabupaten Kubu Raya.

BACA JUGA  Bunda GenRe: Apresiasi Adujak Langkah Nyata Wadahi Kreativitas Remaja

Fatah Sabyan Nasir, asal Pondok Tahfidz Milenial Ashfaq dan Maryam College merupakan wisudawan termuda yang masih berusia 13 tahun.

Setiap Hafiz dan Hafizah yang diwisuda mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3 juta, sertifikat dan pengembangan pendidikan di Perguruan Tinggi.(lay)

Tinggalkan Balasan