Menpora Erick Dukung Malang Half Marathon 2026 Dorong Sport Tourism

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Malang Half Marathon 2026. (Foto: Dok. Kemenpora).
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Malang Half Marathon 2026. (Foto: Dok. Kemenpora).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Malang Half Marathon 2026. Ajang lomba lari yang diinisiasi oleh MS Glow For Men tersebut dinilai memiliki dampak besar bagi perkembangan olahraga nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor sport tourism di Indonesia.

Dukungan itu disampaikan Menpora dalam konferensi pers Malang Half Marathon 2026 yang digelar di The St. Regis Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (9/3). Dalam kesempatan tersebut, Erick menekankan bahwa event lari berskala nasional ini memiliki nilai strategis dari tiga perspektif utama, yakni peningkatan prestasi olahraga, penguatan budaya olahraga di masyarakat, serta pengembangan pariwisata olahraga.

Menurut Erick, dari sisi prestasi olahraga, ajang maraton seperti Malang Half Marathon 2026 dapat menjadi wadah kompetisi bagi para atlet nasional untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan performa mereka di level internasional.

“Sebagai Menpora tentu saya melihat aspek prestasi juga sangat penting. Apalagi lomba maraton ini melibatkan pelari nasional. Biasanya event seperti ini menghadirkan pelari asing, tetapi kali ini juga memberi ruang bagi atlet nasional untuk berkompetisi,” ujar Erick.

Ia menambahkan bahwa beberapa atlet lari Indonesia yang sebelumnya meraih prestasi di ajang regional bahkan menjalani program latihan di luar negeri, termasuk di Afrika, yang dikenal sebagai pusat pembinaan atlet maraton dunia.

BACA JUGA  Erick Thohir Dorong Domino Masuk Industri Olahraga

“Beberapa pelari yang kemarin menang di SEA Games bahkan berlatih di Kenya. Dengan adanya lomba seperti ini, mereka punya panggung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi. Jadi dari sisi prestasi, ini sangat positif,” jelasnya.

Selain meningkatkan prestasi, Erick menilai penyelenggaraan lomba lari juga berperan penting dalam mendorong budaya olahraga di tengah masyarakat. Ia menyoroti rendahnya tingkat partisipasi olahraga masyarakat Indonesia dibandingkan negara maju.

Berdasarkan data yang dimilikinya, indeks olahraga di Indonesia saat ini masih berada di angka sekitar 17 persen. Angka tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Jepang yang mencapai sekitar 65 persen.

“Di Jepang itu 65 persen masyarakatnya rutin berolahraga, padahal rata-rata usia penduduknya semakin tua. Sementara di Indonesia baru sekitar 17 persen. Ini menunjukkan bahwa kita masih perlu mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga,” kata Erick.

Ia menilai peningkatan budaya olahraga masyarakat menjadi penting, terutama menghadapi perubahan struktur demografi Indonesia di masa depan. Ketika jumlah penduduk usia lanjut meningkat, gaya hidup sehat melalui olahraga akan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.

“Ketika piramida penduduk kita berubah dan jumlah masyarakat usia lanjut bertambah, maka kompleksitas masalah kesehatan juga akan meningkat. Karena itu, mengolahragakan masyarakat menjadi agenda yang sangat penting,” tambahnya.

BACA JUGA  Liverpool 'Hujan Gol' Bobol Gawang Manchester United 7-0

Selain aspek prestasi dan kesehatan masyarakat, Erick juga menyoroti potensi besar sport tourism atau pariwisata olahraga yang dapat dikembangkan melalui event seperti Malang Half Marathon 2026. Menurutnya, sektor ini memiliki nilai ekonomi yang sangat besar di tingkat global.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam mengembangkan pariwisata olahraga, mulai dari kekayaan alam, destinasi wisata, hingga kuliner yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sport tourism ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di dunia. Dengan kolaborasi antara pemerintah, investasi swasta, dan daya beli masyarakat, saya yakin dampaknya akan sangat baik, tidak hanya bagi sektor pariwisata tetapi juga industri olahraga,” ujar Erick.

Menpora juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala besar.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat merupakan kunci dalam mengembangkan industri olahraga nasional secara berkelanjutan.

“Pemerintah tentu akan mendukung dan tidak mempersulit. Pertumbuhan sport tourism dan industri olahraga tidak mungkin sepenuhnya ditanggung pemerintah. Karena itu sektor swasta dan masyarakat juga harus ikut berkontribusi,” tegas Erick.

Ia berharap penyelenggaraan Malang Half Marathon dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang serta mampu menarik lebih banyak peserta setiap tahunnya.

BACA JUGA  Danantara Tegaskan Dukungan untuk Event Besar Kemenpora dan Penguatan Sport Tourism

“Kami berharap event ini bisa terus digelar setiap tahun. Pemerintah juga siap membantu mempromosikan, termasuk melalui forum seperti Indonesia Sports Summit untuk penyelenggaraan tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Malang Half Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026 di Malang. Perlombaan akan dimulai dari Balai Kota Malang dan berakhir di Stadion Gajayana.

Panitia menargetkan sebanyak 7.000 peserta akan ambil bagian dalam ajang ini. Para peserta akan bertanding dalam tiga kategori lomba, yakni Half Marathon (21K), 10K, dan 5K.

Melalui penyelenggaraan event ini, diharapkan Malang dapat semakin dikenal sebagai salah satu destinasi olahraga lari di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, olahraga, dan industri kreatif yang terlibat dalam kegiatan tersebut. (AGF/09).