NASA dan DOE Rencanakan Reaktor Nuklir di Bulan Sebelum 2030

Avatar photo
NASA dan DOE Rencanakan Reaktor Nuklir
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – NASA dan Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) mengonfirmasi rencana ambisius membangun reaktor nuklir di permukaan Bulan yang ditargetkan siap beroperasi sebelum 2030.

Langkah NASA dan DOE tersebut menjadi bagian dari strategi eksplorasi luar angkasa jangka panjang, termasuk mendukung misi Artemis dan persiapan ke Mars, serta memastikan keberadaan manusia secara permanen di Bulan.

Rencana tersebut dituangkan dalam memorandum of understanding yang menegaskan kolaborasi erat antara NASA dan DOE untuk mengembangkan sistem Fission Surface Power, yang mampu menyediakan energi berkelanjutan di lingkungan Bulan yang ekstrem.

Proyek NASA ini mencakup pembangunan reaktor di permukaan Bulan dan kemungkinan instalasi tambahan di orbit Bulan.

BACA JUGA  Power to Rise, Komitmen Chery terhadap Gerakan Paralimpiade Asia

NASA menekankan penggunaan tenaga nuklir sebagai solusi pasokan listrik yang stabil di Bulan, mengingat planet satelit alami ini mengalami periode gelap sepanjang 14 hari setiap putaran.

Sistem tenaga nuklir dipandang lebih andal dibandingkan panel surya yang hanya efektif saat terkena sinar Matahari.

“Upaya ini memastikan Amerika Serikat memimpin dunia dalam eksplorasi dan komersialisasi ruang angkasa,” demikian pernyataan resmi NASA dalam siaran pers, dikutip dari Sky at Night Magazine, Minggu (18/1/2026).

Program Fission Surface Power Project dipandang sebagai kunci misi berawak jangka panjang di Bulan. Sistem ini tidak hanya ditujukan untuk menyediakan listrik yang memadai bagi astronaut, tetapi juga untuk mendukung fasilitas ilmiah dan operasional.

BACA JUGA  Kemenkominfo Gelar Webinar Literasi Digital

Selain itu, sistem dirancang untuk dapat beroperasi dalam periode panjang tanpa perlu sering diganti bahan bakar.

Penggunaan energi nuklir menjadi penting karena periode gelap panjang di permukaan Bulan membuat panel surya kurang efektif.

Reaktor nuklir diproyeksikan mampu menjawab tantangan ini dengan menyediakan energi listrik berkelanjutan tanpa tergantung cahaya Matahari.

Meski detail teknis dan jadwal rinci masih dirahasiakan, proyek ini menandai sinyal kuat bahwa energi nuklir akan menjadi fondasi infrastruktur energi luar angkasa.

Dengan target pembangunan hingga 2030, reaktor nuklir di Bulan bukan lagi sekadar teknologi cadangan, melainkan menjadi tulang punggung bagi misi manusia permanen di Bulan dan ekspansi ke Mars.(01)