MATARAM, SUDUTPANDANG.ID – PAM Giri Menang menggelar focus group discussion (FGD) bertema “Tarif dan Perbaikan Pelayanan” di Aula Kantor PAM Giri Menang, Kota Mataram, NTB, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini melibatkan media dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai ruang dialog untuk membahas peningkatan mutu layanan serta rencana penyesuaian tarif air bersih, khususnya bagi pelanggan golongan ekonomi menengah ke bawah.
Direktur PAM Giri Menang, H. Sudirman, menyatakan perusahaan berkomitmen memberikan layanan selama 24 jam. Layanan call center dan WhatsApp center disiagakan melalui sistem piket agar aduan pelanggan dapat ditangani dengan target penyelesaian kurang dari 24 jam.
Ia juga mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga keberlanjutan distribusi air bersih dengan segera melaporkan kebocoran pipa atau gangguan distribusi. Kebocoran, menurutnya, tidak hanya menyebabkan kehilangan volume air, tetapi juga berpotensi menurunkan tekanan dan debit air yang diterima pelanggan lain.
Pihaknya memastikan seluruh sistem operasional berjalan normal, mulai dari pompa, jaringan transmisi, hingga instalasi pengolahan air (water treatment plant/WTP). Ketersediaan bahan kimia dan peralatan operasional juga dipastikan aman, termasuk untuk menghadapi kebutuhan selama Ramadan hingga libur panjang Idul Fitri.
Terkait rencana penyesuaian tarif, Sudirman menjelaskan langkah tersebut bertujuan memperkuat kapasitas perusahaan dalam merespons keluhan masyarakat serta mempercepat perbaikan teknis yang membutuhkan dukungan biaya operasional. Penyesuaian tarif juga diharapkan mendorong pengembangan jaringan distribusi ke wilayah yang belum terlayani.
Ia menambahkan, akses air bersih merupakan indikator penting dalam upaya pengurangan kemiskinan ekstrem nonfinansial. Dengan jaringan yang lebih luas, masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk memperoleh air, sehingga dapat mendukung produktivitas, kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi keluarga.
Selain itu, PAM Giri Menang menargetkan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kinerja perusahaan yang semakin sehat. Peningkatan kontribusi tersebut diharapkan diikuti dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah guna mempercepat pembangunan infrastruktur layanan air bersih.
Melalui FGD ini, PAM Giri Menang berharap tercipta pemahaman bersama antara perusahaan, media, dan masyarakat mengenai pentingnya penyesuaian tarif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses air bersih secara berkelanjutan.(ilham/01)

