Pemecatan Ruben Amorim Tinggalkan Beban Finansial dan Tantangan Besar bagi MU

Avatar photo
Pemecatan Ruben Amorim Tinggalkan Beban Finansial dan Tantangan Besar bagi MU
Ruben Amorim (Foto: Getty Image)

SUDUTPANDANG.ID – Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United meninggalkan beban finansial sekaligus tantangan besar bagi klub. Selain harus membayar kompensasi bernilai tinggi, Setan Merah kini dituntut segera menemukan arah baru demi menjaga stabilitas tim di tengah tekanan kompetisi Liga Inggris.

Laporan sejumlah media Inggris menyebutkan Manchester United harus menggelontorkan dana kompensasi pemutusan kontrak Ruben Amorim senilai sekitar 10 juta poundsterling atau setara Rp200 miliar.

Nilai tersebut menjadi sorotan karena Ruben Amorim hanya menangani tim dalam waktu relatif singkat sebelum akhirnya dilepas akibat performa yang dinilai belum konsisten.

Secara hasil, Manchester United memang belum menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal tersebut.

Sejumlah pertandingan krusial berakhir tanpa kemenangan, sementara permainan tim kerap dinilai belum stabil. Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pun menjadi laga terakhir Amorim bersama MU.

BACA JUGA  Luis Milla Fokus Tingkatkan Fisik dan Mental Pemain

Situasi internal klub disebut turut memengaruhi keputusan tersebut. Menjelang laga di Elland Road, Amorim dikabarkan terlibat perdebatan emosional dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox. Insiden itu diyakini mempercepat keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama.

Untuk sementara, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Namun, Fletcher diperkirakan hanya menjadi solusi jangka pendek.

Manajemen klub disebut ingin segera menunjuk sosok manajer berpengalaman, terutama menjelang laga besar menghadapi Manchester City pekan depan.

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi manajer Old Trafford. Oliver Glasner disebut sebagai salah satu kandidat terdepan. Selain itu, Marco Silva juga masuk dalam radar, seiring belum tercapainya kesepakatan kontrak baru dengan Fulham.

Opsi lain yang turut mencuat mencakup Enzo Maresca, Laurent Blanc, Xavi Hernandez, Mauricio Pochettino, hingga Zinedine Zidane.

Kendati demikian, di internal klub muncul perbedaan pandangan terkait waktu penunjukan manajer baru. Sebagian petinggi menginginkan manajer permanen segera ditunjuk demi mempercepat proses pembenahan tim.

BACA JUGA  Kasus Covid-19 Melonjak, 4 Pertandingan Liga Inggris Ditunda

Sementara itu, pihak lain memilih menunggu hingga musim panas agar memiliki pilihan yang lebih luas dan perencanaan yang lebih matang.

Pergantian manajer juga berpotensi memengaruhi dinamika skuad. Marcus Rashford disebut-sebut memiliki peluang kembali mendapat peran lebih besar, setelah sebelumnya hubungannya dengan Amorim dikabarkan tidak berjalan mulus.

Sejumlah pemain lain pun berpeluang mendapatkan kesempatan baru di bawah kepemimpinan selanjutnya.

Di luar isu Manchester United, bursa transfer Januari turut memanas. West Ham United dikabarkan mengincar kiper Brasil, Bento, sementara masa depan Callum Wilson mulai dipertanyakan setelah kedatangan dua penyerang baru. Newcastle United juga disebut memantau pemain muda Wolverhampton Wanderers, Mateus Mane, yang performanya tengah menanjak.

Bagi Manchester United, berakhirnya era Ruben Amorim menjadi momen krusial. Keputusan selanjutnya bukan hanya soal siapa yang akan duduk di kursi manajer, tetapi juga bagaimana klub mampu keluar dari siklus transisi dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris dan Eropa.

BACA JUGA  Nkunku Absen Pasca Operasi, Chelsea Cari Penyerang Baru

Sebagai informasi, Ruben Amorim resmi dipecat sebagai pelatih MU pada Senin, 5 Januari 2026, sebagaimana diumumkan klub melalui pernyataan resmi. Keputusan tersebut mengakhiri masa tugas Amorim yang baru berjalan sekitar 14 bulan sejak penunjukannya sebagai manajer tim setan merah.(01)