KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Endang Kartika Sari meninjau langsung kesiapan operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berlokasi di Jalan Dr. Saharjo, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (30/1/2026) pagi.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung siap digunakan sebelum IPLT mulai beroperasi.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama warga pada pukul 06.30 WIB, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kediri. Warga yang mengikuti senam juga disuguhi sarapan gratis berupa nasi pecel tumpang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mojoroto, Abdul Rahman, Lurah Campurejo, Suntoro dan Lurah se-Kecamatan Mojoroto serta TP PKK, LKK warga Kelurahan Campurejo.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menyampaikan bahwa keberadaan IPLT merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan Kota Kediri yang sehat.
‘Melalui fasilitas ini, pengolahan air limbah, khususnya black water, dapat dilakukan secara aman dan sesuai standar dari hulu hingga hilir,” tegasnya.
Endang menjelaskan, IPLT ini dibangun pada 2024 dengan bantuan dari pemerintah pusat dan telah memenuhi standar nasional.
‘Akses jalan menuju lokasi sudah dibangun pada 2025 untuk menunjang kelancaran operasional,” ujar Endang.
Ia menambahkan, operasional penyedotan lumpur tinja ditargetkan dimulai pada Maret 2026.
“Saat ini, sedang mempersiapkan personel sekaligus memberikan pelatihan agar mampu mengoperasikan kendaraan dan instalasi secara profesional,” ungkapnya.
Menurut Endang, pengelolaan air limbah yang baik akan berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Limbah yang telah diolah di IPLT nantinya dibuang sesuai baku mutu sehingga aman bagi lingkungan.
“IPLT merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan. Jika pengelolaan air limbah berjalan baik, maka risiko pencemaran dapat ditekan,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan penyedotan septic tank secara rutin setiap 3 hingga 5 tahun sekali guna mencegah kebocoran dan pencemaran air tanah.
Pada tahap awal, tarif layanan mobil penyedotan tinja milik Pemkot Kediri yang berada di bawah Dinas PUPR ditetapkan sebesar Rp175 ribu. Layanan tersebut juga didukung kerja sama dengan penyedia jasa swasta
“Saat ini Pemkot memiliki satu unit mobil sedot tinja, dan ke depan berencana menambah armada, termasuk kendaraan berukuran kecil agar lebih mudah menjangkau permukiman padat,” jelas Endang.
Saat sambutan, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa keberadaan IPLT harus dipahami sebagai fasilitas publik yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat, bukan sesuatu yang perlu dihindari.
“Ke depan, kawasan ini juga akan dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan. Anak-anak sekolah bisa belajar langsung tentang pengolahan limbah. Ini edukasi lingkungan yang nyata dan aplikatif,” ungkapnya.
Vinanda juga mengajak warga di Kelurahan Campurejo, dan Kelurahan Pojok untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan IPLT.
“Taman IPLT Campurejo kami harapkan menjadi ikon sanitasi modern sekaligus ruang rekreasi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Kelurahan Campurejo, Suntoro, mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran IPLT di wilayahnya dan siap mendukung penuh program pemerintah kota dalam peningkatan sanitasi lingkungan.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami manfaat IPLT guna meningkatkan kualitas kesehatan warga,” ujarnya. (CN)


