KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan ramah tamah yang digelar Bawaslu Kabupaten Kediri dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-18 Bawaslu RI. Kegiatan mengusung tema “Mengukuhkan Demokrasi”, digelar di kantor Bawaslu Kabupaten Kediri, Kamis (9/4/2026).
Acara tersebut dihadiri jajaran staf dan Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri, Komisioner KPU Kabupaten Kediri dan anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKPP Provinsi Jawa Timur, Hari Tri Wasono, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan sederhana ini dirangkai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Bawaslu dalam mengawal demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kediri.
Dalam sambutan, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri, H. M. Saifuddin Zuhri, menyampaikan bahwa terdapat dua momentum penting dalam peringatan hari jadi Bawaslu.
“Bawaslu ini bisa dikatakan ulang tahun dua kali. Hari ini merupakan Harlah Bawaslu RI ke-18, sementara untuk Bawaslu Kabupaten Kediri diperingati setiap 15 Agustus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara kelembagaan Bawaslu Kabupaten Kediri telah menjadi lembaga permanen sejak 2018. Sebelumnya, lembaga ini masih berstatus Ad Hoc dengan masa kerja terbatas.
“Jika dibandingkan dengan KPU, memang lebih dulu menjadi lembaga permanen sejak 2003. Sedangkan Bawaslu Kabupaten Kediri baru permanen lima tahunan pada 2018. Sebelumnya masih bersifat Ad Hoc dengan masa kerja sekitar dua tahun,” jelasnya.
Menanggapi isu yang sempat beredar terkait kemungkinan pembubaran Bawaslu, Saifuddin menegaskan harapannya agar lembaga pengawas pemilu tersebut tetap eksis dan berkelanjutan.
“Kami berharap Bawaslu tetap ada dan terus berlanjut, karena perannya sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi,” tegasnya.
Sementara itu, anggota TPD DKPP Provinsi Jawa Timur, Hari Tri Wasono, memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Kediri dalam mengawal proses demokrasi.
“Demokrasi tidak akan berjalan hanya dengan kekuatan komisioner maupun ketua saja, tetapi membutuhkan sinergi semua pihak. Sebagai warga Kediri, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi semua,” ungkapnya saat sambutan.
Ia juga menilai keberhasilan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di Kediri tidak lepas dari kerja keras Bawaslu dalam melakukan pencegahan dan pengawasan.
“Berkat kerja keras tersebut, proses demokrasi di Kediri, baik Pilkada maupun Pemilu, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.
Melalui peringatan Harlah ke-18 ini, Bawaslu Kabupaten Kediri diharapkan semakin memperkuat komitmennya dalam menjaga integritas serta kualitas demokrasi di daerah.
“Selamat Harlah ke-18 Bawaslu RI. Semoga semakin kuat dan kokoh dalam mengawal demokrasi di Indonesia,” tutupnya. (CN)


