Bali  

Peringati HPSN 2026, Sungai Watch dan Desa Adat Kedonganan Bersihkan Pantai

Avatar photo
Peringati HPSN 2026, Sungai Watch dan Desa Adat Kedonganan Bersihkan Pantai
Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, organisasi lingkungan Sungai Watch berkolaborasi dengan Desa Adat Kedonganan dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (21/2/2026).(Foto: Dok. Sungai Watch)

BADUNG-BALI, SUDUTPANDANG.ID – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, organisasi lingkungan Sungai Watch berkolaborasi dengan Desa Adat Kedonganan dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah pesisir sekaligus tindak lanjut arahan Prabowo Subianto melalui Menteri Lingkungan Hidup dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Aksi bersih pantai melibatkan unsur TNI dan Polri, masyarakat Desa Adat Kedonganan, komunitas warga negara asing Clean Up Bali, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), serta sejumlah komunitas lingkungan lainnya.

Kolaborasi lintas elemen ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam Bali sebagai destinasi wisata.

BACA JUGA  Jadi Narasumber Talkshow Bali TV, Kapolres Gianyar Sampaikan Situasi Kamtibmas PPKM Darurat

Dari kegiatan tersebut, terkumpul sebanyak 1.059,09 kilogram sampah plastik. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke fasilitas pemilahan Sungai Watch untuk dipilah dan diolah menjadi produk daur ulang.

Pantai Kedonganan dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang setiap tahun terdampak sampah kiriman, terutama pada periode November hingga Februari akibat pengaruh angin muson dan arus laut.

Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini sebagai prioritas penanganan agar tidak mengganggu ekosistem pesisir maupun kenyamanan wisatawan.

Field Manager Sungai Watch, I Made Dwi Bagiasa, mengatakan pihaknya tidak hanya melakukan aksi bersih pantai, tetapi juga melakukan pemilahan serta pengolahan sampah plastik menjadi produk yang bernilai guna.

“Kami akan mengolah sampah plastik menjadi produk daur ulang. Langkah ini menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sehingga penanganan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan dan pengumpulan semata,” ujarnya.

BACA JUGA  Jelang Presidensi G20, Polri Perketat Pengamanan Pintu Masuk Bali

Selain pembersihan, Sungai Watch juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa persoalan sampah harus ditangani dari hulu.

Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Sutarja, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan wisata Pantai Kedonganan.

Ia menyatakan dukungan penuh dengan melibatkan masyarakat adat untuk memperkuat komitmen bersama menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan.(One/01)