Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi

Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi
Saat berada di pusat penyelenggaraan Taiwan Lantern Festival 2026 Kota Chiayi, Senin (2/3/2026) malam waktu setempat. (Foto: Dok. Pribadi)

“Taiwan mengajarkan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghapus tradisi; keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.”

Oleh Paulina Pasaribu

Perjalanan ke Taiwan selama enam hari, 1 – 6 Maret 2026, menghadirkan pengalaman yang tak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam. Taiwan yang dikenal sebagai salah satu pusat teknologi di Asia ini ternyata juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga tradisi dan budaya yang telah hidup selama puluhan tahun.

Rombongan media dari Indonesia tiba di Bandara Internasional Taiwan Taoyuan pada Minggu (1/3/2026) malam waktu setempat. Keesokan paginya, Senin (2/3/2026), perjalanan langsung dilanjutkan menuju Taichung, salah satu kota besar di Taiwan yang dikenal dengan berbagai destinasi wisata edukasi dan budaya.

Perhentian pertama adalah National Museum of Marine Biology and Aquarium di Taichung. Tempat ini menghadirkan beragam koleksi kehidupan laut dan air tawar, mulai dari ikan-ikan tropis hingga terumbu karang berwarna-warni.

Salah satu daya tarik utama adalah koloni penguin yang menjadi favorit pengunjung. Selain itu, berbagai instalasi animasi dan dekorasi interaktif membuat suasana akuarium terasa hidup, terutama bagi wisatawan yang datang bersama keluarga.

Kunjungan ini menjadi pembuka yang menyenangkan sebelum perjalanan dilanjutkan ke wilayah selatan Taiwan.

Taiwan Lentern Festival 2026 di Chiayi

Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi
Tim media dari Indonesia saat berada di pusat penyelenggaraan Taiwan Lantern Festival 2026 Kota Chiayi, Senin (2/3/2026) malam waktu setempat. (Foto: Tim Taiwan Lentern Festival 2026)

Perjalanan kemudian membawa rombongan menuju Chiayi, kota yang menjadi pusat penyelenggaraan Taiwan Lantern Festival 2026. Festival ini berlangsung pada 3-15 Maret dengan berbagai rangkaian acara di sejumlah lokasi di Taiwan, sementara puncak perayaannya digelar di Chiayi.

Acara utama berlangsung di kawasan National Palace Museum Southern Branch serta sepanjang Taizi Boulevard, area terbuka yang berada di depan gedung Pemerintah Kabupaten Chiayi.

BACA JUGA  Hotel Unik di Jatinegara Tawarkan Sensasi Menginap yang Tak Biasa

Ribuan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, memadati kawasan tersebut untuk menikmati keindahan ribuan lampion yang dipamerkan.

Sekitar 6.000 lampion ditampilkan oleh berbagai perusahaan, komunitas seni, hingga institusi dari berbagai kota di Taiwan. Menariknya, sebagian proses pembuatan lampion memanfaatkan teknologi robotik. Perpaduan seni tradisional dan teknologi modern ini menghasilkan karya-karya visual yang memukau.

Saat malam tiba, lampion-lampion berwarna-warni menyala dan menciptakan panorama cahaya yang menakjubkan. Suasana tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi lama dapat tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan teknologi modern.

Menjelajah Keindahan Alam Alishan

Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi
Bersama Tour Guide Ko Acin (kanan) di perkebunan teh Pegunungan Alishan, Selasa (3/3/2026) waktu Taiwan. (Foto: Dok. Pribadi)

Perjalanan dilanjutkan, Selasa (3/3/2026), menuju kawasan pegunungan Alishan National Scenic Area, salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Taiwan. Udara sejuk pegunungan serta pemandangan alam yang asri langsung menyambut kedatangan rombongan.

Meski hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, semangat tim media dari Indonesia tidak surut. Dengan mengenakan jas hujan, rombongan tetap menaiki Alishan Forest Railway, kereta api legendaris yang melintasi hutan pegunungan.

Sepanjang perjalanan, terlihat deretan pohon raksasa yang telah berusia ratusan tahun. Menurut Ko Acin, pemandu wisata setempat, pohon-pohon tersebut telah dipasangi chip khusus untuk memantau kondisi dan menjaga kelestariannya.

Kebersihan kawasan wisata yang terjaga dengan baik juga membuat suasana terasa semakin nyaman bagi para pengunjung.

Menyapa Budaya Lokal di Desa Suku Tsou

Saat berada di Yuyupas Cultural Park.(Foto: Dok. Pribadi)

Pengalaman budaya juga dirasakan saat mengunjungi Yuyupas Cultural Park, kawasan budaya yang dihuni masyarakat Suku Tsou, salah satu kelompok masyarakat adat di Taiwan.

Desa ini berada di tengah hamparan perkebunan teh dan kopi yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Para pengunjung disuguhi pertunjukan tari tradisional dan lantunan lagu yang menggambarkan kehidupan serta nilai-nilai budaya masyarakat Tsou.

BACA JUGA  Taiwan Terus Promosikan Sertifikasi Makanan dan Minuman Halal

Yang menarik, para wisatawan juga diajak ikut menari bersama. Suasana pun menjadi meriah dan penuh kehangatan.

Keramahan penduduk setempat menjadi kesan tersendiri bagi para pengunjung. Para pedagang di sekitar lokasi juga dikenal tidak mematok harga berlebihan sehingga wisatawan merasa nyaman berbelanja.

Belajar Tradisi di Long Yun Leisure Farm

Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi
Minum teh di Long Yun Leisure Farm, kawasan wisata.(Foto: Dok. Pribadi)

Perjalanan berlanjut ke Long Yun Leisure Farm, kawasan wisata yang berada di tengah perkebunan teh dan dikelilingi hutan pinus.

Di tempat ini, para pengunjung diajak mengikuti kegiatan membuat mochi, makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang ditumbuk menggunakan lesung dan alu. Para wisatawan dipersilakan mencoba langsung proses pembuatannya, sehingga suasana menjadi sangat meriah.

Selain itu, rombongan juga diajak menikmati teh khas Alishan bersama tuan rumah setempat. Pengunjung diajarkan cara menyeduh dan menikmati teh secara tradisional, diiringi alunan musik yang lembut.

Udara pegunungan yang sejuk, rintik hujan, serta mekarnya bunga sakura di sekitar lokasi menambah keindahan suasana. Momen tersebut menjadi kesempatan yang sempurna untuk berfoto dan mengabadikan kenangan.

Menyusuri Jejak Sejarah Taiwan

Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi
Tim media dari Indonesia berada di Fenqihu Railway Station, stasiun bersejarah yang menjadi bagian dari jalur Alishan Forest Railway.(Foto: Dok. Pribadi)

Sebelum kembali ke Chiayi, Rabu (4/3/2026), rombongan sempat singgah di Fenqihu Railway Station, stasiun bersejarah yang menjadi bagian dari jalur Alishan Forest Railway. Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke Hinoki Village, kawasan bekas perumahan era Jepang yang kini menjadi pusat penjualan kerajinan dan suvenir.

Perjalanan Penuh Kesan Menjelajahi Taiwan saat Festival Lampion di Chiayi
Tim media dari Indonesia berada di Chiang Kai-Sek Memorial Hall Taipei.(Foto: Dok.Pribadi)

Hari terakhir, Kamis (5/3/2026), perjalanan diisi dengan kunjungan ke Chiang Kai-shek Memorial Hall di Taipei. Kompleks memorial ini dibangun untuk mengenang Presiden pertama Taiwan, Chiang Kai-shek, sekaligus menjadi salah satu ikon sejarah penting di negara tersebut.

BACA JUGA  Tiongkok Salah Menafsirkan United Nations General Assembly Resolution 2758

Kesan Tak Terlupakan dari Taiwan

Saat berada di Alishan.(Foto: Dok. Pribadi)

Perjalanan singkat ini memperlihatkan bahwa Taiwan tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga berhasil menjaga harmoni antara modernitas dan tradisi.

Festival lampion yang digelar setiap tahun menjadi simbol bagaimana masyarakat Taiwan menghargai budaya mereka sekaligus memadukannya dengan inovasi teknologi.

Keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, serta keindahan alam yang terawat menjadikan pengalaman perjalanan ini begitu berkesan.

Saat berada di Alishan.(Foto: Dok. Pribadi)

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang telah memberikan kesempatan mengikuti rangkaian liputan ini, kepada para tour guide yang dengan sabar mendampingi perjalanan, serta kepada rekan-rekan jurnalis dari Indonesia yang menjadi teman berbagi pengalaman selama di Taiwan.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan perpaduan antara budaya, alam, dan kemajuan modern, Taiwan adalah destinasi yang layak untuk dikunjungi. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa di Pulau Formosa, tradisi tetap bersinar, bahkan di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat. Xie xie Taiwan…!


*Penulis adalah wartawan senior media Sudut Pandang yang meliput langsung Taiwan Lantern Festival 2026 di Chiayi, Taiwan