DENPASAR, SUDUTPANDANG.ID – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali bersama Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Bali menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di Denpasar Barat, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat komunikasi antara aparat keamanan dan organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan serta memperkuat moderasi beragama, khususnya menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948.
Acara tersebut dihadiri Ketua PW DMI Bali Bambang Santoso, PS Kasubdit V Ditintelkam Polda Bali Kompol I Wayan Sugita, PS Kanit 1 Subdit V Ditintelkam Polda Bali AKP I Nyoman Sukerta, jajaran pengurus PW DMI Bali, serta para ketua dan perwakilan pengurus DMI kabupaten/kota se-Bali.
Dalam kesempatan itu, Bambang Santoso mengimbau seluruh pengurus DMI kabupaten/kota di Bali untuk menyampaikan kepada umat Islam agar melaksanakan takbiran Idulfitri 1447 Hijriah secara terbatas di masjid atau musala terdekat.
Ia menjelaskan, takbiran diimbau dilaksanakan mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita tanpa menggunakan pengeras suara luar serta tanpa menyalakan petasan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri.
Selain itu, umat Islam juga diimbau selalu berkoordinasi dengan pecalang desa adat maupun pemerintah desa setempat.
“Langkah ini diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Bali,” ujar Bambang.
Sementara itu, Kompol I Wayan Sugita menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan pengurus masjid dalam menjaga stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat.
Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.
Dalam paparannya, AKP I Nyoman Sukerta juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi masuk dan berkembangnya paham radikal di wilayah Bali.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi saat ini juga membawa tantangan baru, terutama terkait maraknya penyebaran berita hoaks dan informasi provokatif yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu perpecahan dan menurunkan tingkat toleransi. Karena itu, diperlukan peran bersama dalam menjaga kondusivitas,” katanya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga memerlukan peran aktif tokoh agama, organisasi keagamaan, serta masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, damai, dan toleran.
Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan organisasi keagamaan semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkokoh semangat toleransi dan persatuan di Bali, khususnya menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948.(One/01)


