Polisi Terus dalami Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon

Anak Politisi PKS
Polisi Terus dalami Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon (Foto: Net)

CILEGON, SUDUTPANDANG.ID – Kasus pembunuhan Muhammad Axle Herman Miller adalah seorang anak politisi PKS di Kota Cilegon, akhirnya menemui titik terang l hampir tiga pekan penyelidikan. Kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku yang diketahui merupakan pencuri spesialis rumah kosong.

Pengungkapan kasus ini tidak berjalan mudah. Aparat sempat menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kerusakan kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian    menghambat proses identifikasi pelaku. Meski demikian, kerja keras tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten akhirnya membuahkan hasil.

Pelaku berinisial HA ditangkap saat tengah melakukan aksi pencurian di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, di kawasan Ciwedus. Saat ditangkap, HA sempat menjadi sasaran amuk warga sebelum akhirnya diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif.

BACA JUGA  Kejati DKI Sita Aset Rp50 Miliar Dugaan Kredit Fiktif Bank Jatim

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengungkapkan bahwa pelaku memang memiliki pola kejahatan tertentu dengan menyasar rumah-rumah yang ditinggal penghuninya.

“Sudah tertangkap. Pelaku orang jauh. Pelakunya spesialis pencuri rumah yang dianggap kosong dan sasarannya rumah-rumah yang bagus,” kata dia dikutip dari Primetime News, Metro TV, Kamis, 4 Januari 2026.

Sementara itu, kriminolog Adrianus Meliala menjelaskan bahwa pelaku dengan spesialisasi pencurian rumah kosong umumnya berusaha menghindari pertemuan dengan pemilik rumah atau orang lain saat beraksi. Situasi tersebut diduga menjadi pemicu terjadinya pembunuhan.

“Saya kira bisa begini melihatnya. Karena pelaku adalah spesialis pencurian rumah kosong, maka tentu karakter daripada pencuri rumah kosong adalah tidak mau tidak mau bertemu atau menghindari bentrok dengan tuan rumah dan siapapun yang berada di rumah,” katanya.

BACA JUGA  Pangdam Jaya Shalat Idul Fitri 1444 Hijriah di Lapangan Makodam Jaya

Ia menambahkan, kepanikan yang muncul saat pelaku mendapati rumah tidak dalam kondisi kosong kemungkinan memicu tindakan brutal yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

“Pada awalnya dia perkirakan rumah itu kosong, ternyata ada orang ya. Maka kemudian muncul kepanikan, muncul suatu sikap gugup. Maka kalau lihat dari perlukaan yang yang dialami korban itu kan mengesankan satu tusukan yang acak. Menurut saya sejak awal saya katakan ini sebagai satu pembunuhan yang disorganized, pembunuhan yang tidak teratur,” tambahnya.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang mengarah pada pembunuhan tersebut guna melengkapi berkas penyidikan.(PR/04)