JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Cabang Panjang pada 19-21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang pendidikan.
Pelatihan mencakup bidang General Cargo, Curah Kering, dan Curah Cair (Barang Berbahaya). Peserta mendapatkan pembekalan sesuai standar kompetensi yang berlaku sebelum mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pelabuhan Indonesia.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari penerapan pendekatan Creating Shared Value (CSV) dalam pelaksanaan TJSL.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan bekal yang dapat digunakan secara langsung oleh para TKBM dalam menjalankan pekerjaannya. Sertifikasi juga menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan yang dimiliki sehingga dapat membuka ruang bagi peningkatan daya saing tenaga kerja,” ujar Fiona.
Program tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Bermutu, melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Doddy Setiawan mengatakan, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi TKBM untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan dalam menjalankan pekerjaan di lingkungan pelabuhan.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari dan menjadi bekal bagi mereka untuk berkembang ke depannya. Dari sisi operasional, kami juga berharap peningkatan kapasitas ini dapat mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat di PTP Nonpetikemas Cabang Panjang,” kata Doddy.
PTP Nonpetikemas akan melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan di sekitar wilayah operasional perusahaan.(um)











