PTPN IV PalmCo Sertifikasi Operator Drone untuk Pemantauan Kebun Sawit

PTPN IV PalmCo Sertifikasi Operator Drone untuk Pemantauan Kebun Sawit
PTPN IV PalmCo mempercepat pengelolaan kebun sawit dengan digitalisasi melalui sertifikasi operator drone.(Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PTPN IV PalmCo mempercepat pengelolaan kebun sawit dengan digitalisasi melalui sertifikasi operator drone. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemantauan kebun dan mendukung pengelolaan berbasis data yang lebih akurat.

Siaran pers PTPN IV PalmCo, Selasa (24/2/2026) menyebutkan, hingga awal tahun ini, sebanyak 62 karyawan perusahaan telah berhasil lulus dari program pelatihan dan sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan, dari ratusan peserta yang mengikuti program tersebut. Program ini menjadi bagian integral dari ekosistem digital terpusat yang kini digunakan untuk memantau kebun sawit perusahaan secara lebih efektif dan real-time.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan, transformasi digital dalam perusahaan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia.

“Digitalisasi yang sukses membutuhkan operator yang terlatih. Tanpa keterampilan yang memadai, teknologi tidak akan memberikan manfaat maksimal,” ujar Jatmiko.

BACA JUGA  BPS: Januari 2024 Ekspor Indonesia Mengalami Penurunan

Sebagai bagian dari digitalisasi, PalmCo Business Cockpit menjadi sistem utama yang mengintegrasikan data operasional dari seluruh unit usaha. Sistem ini terhubung dengan platform pemetaan spasial Agroview, yang memungkinkan pemantauan ribuan hektare kebun sawit secara hampir waktu nyata, menggunakan data visual dan spasial yang dikirim langsung oleh drone.

Keberadaan drone yang diterbangkan oleh pilot bersertifikat memungkinkan pengumpulan data akurat di lapangan. Data tersebut digunakan untuk analisis agronomis, seperti penentuan kebutuhan pupuk, deteksi dini hama, hingga identifikasi potensi penurunan hasil produksi.

Dengan citra udara beresolusi tinggi, pemantauan kebun yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan dengan lebih efisien dan cepat.

Integrasi teknologi, seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT), juga sedang dikembangkan untuk memperkuat analisis data yang diperoleh.

“Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan kebun, mendukung perusahaan untuk menjadi pemain global di sektor agrikultur,” terang Jatmiko.

BACA JUGA  PTPN IV PalmCo Meriahkan Pacu Jalur 'Aura Farming' Kuansing

Dukungan terhadap upaya transformasi digital PalmCo juga datang dari Danantara. Setyanto Hantoro, Managing Director Business 2 Danantara, menyatakan bahwa strategi integrasi sawit yang dilakukan PalmCo adalah langkah yang tepat dalam memperkuat ketahanan pangan dan hilirisasi industri nasional. Sementara itu, Riko Banardi, Managing Director Risk Management Danantara, mengapresiasi keberhasilan perusahaan dalam menyelaraskan aspek mekanisasi, digitalisasi, dan pengembangan SDM.

Di tengah tekanan global untuk memperbaiki praktik perkebunan berkelanjutan, pendekatan berbasis teknologi dianggap semakin penting untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia. Transparansi data dan akuntabilitas operasional menjadi kunci utama dalam memenuhi standar keberlanjutan yang semakin ketat.

Bagi PalmCo, investasi dalam pelatihan drone dan pengembangan sistem digital ini dianggap sebagai langkah jangka panjang yang strategis.

“Digitalisasi adalah kunci keberlanjutan dan peningkatan produktivitas. Dengan menggabungkan teknologi canggih dan SDM yang kompeten, kami dapat memastikan pengelolaan kebun sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

BACA JUGA  PalmCo Luncurkan PalmGO dan PALMSTOCK untuk Perkuat Rantai Pasok

Ia menambahkan, transformasi digital yang dijalankan PTPN IV PalmCo membuka era baru dalam pengelolaan kebun sawit

“Keputusan tidak lagi hanya bergantung pada pengalaman lapangan, tetapi juga pada data yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.(PR/01)