Purbaya Pastikan APBN Efektif, Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025

Avatar photo
Purbaya Pastikan APBN Efektif, Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Sudutpandang.id

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen pada kuartal III 2025 mencerminkan efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dijalankan secara disiplin, adaptif, dan responsif terhadap dinamika global.

Menurut Purbaya, capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa kebijakan fiskal mampu menjaga stabilitas perekonomian sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian eksternal. APBN harus dijalankan dengan baik.

“APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kinerja dunia usaha agar lebih berdaya saing, terutama di tingkat global,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (9/11).

Purbaya menambahkan, keberhasilan itu juga didukung oleh koordinasi erat antara pemerintah dan otoritas moneter, termasuk langkah-langkah penempatan kas negara sebesar Rp200 triliun secara hati-hati (prudent) untuk menjaga likuiditas ekonomi.

Selain itu, kebijakan nonfiskal seperti debottlenecking dan penyederhanaan perizinan turut berkontribusi terhadap peningkatan realisasi investasi.

BACA JUGA  Covid-19 Terkendali, Realisasi Anggaran Kesehatan Turun

Kementerian Keuangan mencatat, momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 berhasil menciptakan sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru. Jumlah pengangguran turun 4.000 orang menjadi 7,46 juta dibandingkan periode Agustus 2024.

Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga menurun dari 4,91 persen menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.

“Kinerja positif ini menegaskan bahwa APBN berfungsi sebagai instrumen utama untuk menjaga keseimbangan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja,” kata Purbaya.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen (yoy), ditopang meningkatnya mobilitas masyarakat, transaksi digital, dan kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas harga.

Sementara konsumsi pemerintah naik 5,49 persen, dengan belanja barang tumbuh 19,3 persen dan belanja pegawai meningkat 9,0 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat belanja publik guna menopang daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA  Sri Mulyani: Pajak Karbon Salah Satu Mitigasi Perubahan Iklim

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 5,04 persen (yoy). Menurut Purbaya, hal ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional serta iklim investasi yang semakin kondusif.

“Komitmen pemerintah untuk menjaga kepastian kebijakan dan stabilitas ekonomi menjadi fondasi kepercayaan dunia usaha,” tuturnya.

Ekspor dan Hilirisasi Jadi Penopang Utama

Dari sisi perdagangan, ekspor barang dan jasa tumbuh signifikan 9,91 persen (yoy). Penguatan aktivitas industri domestik dan meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang utama menjadi faktor pendorong utama.

Sektor industri pengolahan juga menunjukkan performa solid, terutama dari subsektor berbasis hilirisasi yang berkontribusi besar terhadap peningkatan nilai tambah ekspor nasional.

Stimulus Tambahan dan Optimisme Akhir Tahun

Untuk menjaga momentum ekonomi hingga akhir 2025, pemerintah menyiapkan stimulus tambahan senilai Rp34,2 triliun serta delapan program akselerasi dengan total Rp15,7 triliun.

Selain itu, pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) dan optimalisasi lembaga pembiayaan Danantara diharapkan dapat memperkuat investasi dan ekspor bernilai tambah tinggi.

BACA JUGA  Ketua Presidium Himpuni: Hindari Politisasi Riset

“Ke depan, mesin pertumbuhan ekonomi akan terus didorong agar berjalan lebih cepat. Sinergi kebijakan fiskal, keuangan, dan investasi menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata,” pungkasnya.(01)