Rakernas PBMI Siapkan Strategi Menuju SEA Games 2027

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4), tegaskan dukungan kuat terhadap kepemimpinan LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: AGF)
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4), tegaskan dukungan kuat terhadap kepemimpinan LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: AGF)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4), berlangsung sukses dan menegaskan dukungan kuat terhadap kepemimpinan LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat prestasi sekaligus mendorong pengembangan industri olahraga muaythai di Tanah Air.

Rakernas PBMI dihadiri sejumlah pemangku kepentingan olahraga nasional, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman, serta Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Dalam sambutannya, Erick Thohir menilai kepemimpinan LaNyalla memberikan arah yang jelas bagi kemajuan muaythai Indonesia.

Ia menegaskan bahwa olahraga ini memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari industri olahraga dan sport tourism.

“Di bawah kepemimpinan Pak LaNyalla, muaythai bisa berkembang lebih luas, dari pembinaan hingga industri. Ini juga bisa memberi kontribusi nyata bagi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Erick.

Menurut Erick, penguatan muaythai harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan atlet di tingkat akar rumput hingga pengembangan ekosistem industri olahraga yang terintegrasi.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar meniru kesuksesan negara lain dalam menjadikan muaythai sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dan pariwisata olahraga.

BACA JUGA  DKI dan Kemenpora Siapkan Kerja Sama Majukan Industri Olahraga

Rakernas ini, lanjutnya, juga menjadi forum penting untuk melakukan evaluasi dan menyusun strategi ke depan agar keseimbangan antara prestasi dan industri dapat berjalan beriringan.

Senada dengan Erick, Marciano Norman mengapresiasi capaian prestasi PBMI di bawah kepemimpinan LaNyalla. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran organisasi.

“Prestasi yang diraih adalah bukti nyata kerja keras bersama. Rakernas ini penting untuk evaluasi dan memastikan program ke depan berjalan lebih baik, terutama untuk kemajuan atlet dan organisasi,” kata Marciano.

Ia juga menekankan pentingnya seluruh program berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi guna menjaga tata kelola yang baik.

Sementara itu, Raja Sapta Oktohari menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan LaNyalla dalam menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika yang ada.

Ia juga mendorong peningkatan jumlah pertandingan sebagai bagian dari penguatan ekosistem muaythai nasional.

“Saya percaya kepemimpinan Bang LaNyalla mampu menjaga organisasi tetap solid. Yang terpenting adalah fokus meraih kemenangan untuk Indonesia di level internasional,” ujarnya.

BACA JUGA  Jojo Mundur, Ubed Untung di Indonesia Masters 2026

Rakernas PBMI kali ini juga membahas penyusunan program kerja untuk periode 2026–2027, termasuk penguatan pembinaan atlet dan pengembangan muaythai sebagai olahraga berprestasi sekaligus bernilai ekonomi.

Seluruh peserta Rakernas menyatakan komitmen bersama untuk mendukung kepemimpinan LaNyalla dan memajukan muaythai Indonesia.

Di sisi lain, LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan prestasi dan pembinaan atlet. Ia juga secara terbuka mengungkapkan dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh PBMI.

Menurut LaNyalla, meski menghadapi tantangan, PBMI tetap menunjukkan capaian positif di tingkat internasional.

Pada ajang SEA Games Thailand, tim muaythai Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan empat medali perunggu dari enam nomor yang diikuti.

“Capaian ini membuktikan pembinaan tetap berjalan. Bahkan seharusnya kita bisa meraih emas, namun ada faktor non-teknis yang tidak bisa kita kendalikan,” ungkapnya.

Terkait dinamika internal, LaNyalla menyinggung adanya surat mosi tidak percaya dari sejumlah pengurus provinsi.

Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah dibantah melalui bukti program kerja yang dijalankan PBMI.

“Kami sudah menunjukkan bahwa organisasi tetap berjalan dengan baik. Tuduhan itu tidak terbukti dan justru merugikan organisasi,” tegasnya.

BACA JUGA  Ketua MA Resmi Buka Kejurnas Turnamen Tenis Perorangan

Sebagai langkah tegas sesuai AD/ART, PBMI memutuskan membekukan kepengurusan provinsi yang dinilai melayangkan tuduhan tanpa dasar.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga marwah organisasi dan memastikan keberlangsungan program pembinaan atlet.

LaNyalla juga menjelaskan bahwa sebagian peserta Rakernas yang hadir merupakan Pelaksana Tugas (Plt) yang ditunjuk secara sah sesuai ketentuan organisasi.

Ke depan, PBMI akan fokus pada agenda strategis tahun 2026, termasuk partisipasi dalam Pekan Olahraga Beladiri di Sulawesi Utara, penyelenggaraan Kejuaraan Nasional, serta persiapan menuju SEA Games Malaysia 2027.

Ia pun meminta dukungan dari pemerintah, DPR RI, DPD RI, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional agar pembinaan atlet dapat berjalan optimal.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar pembinaan muaythai terus berkembang dan mampu menghasilkan prestasi membanggakan bagi Indonesia,” tutup LaNyalla. (09/AGF).