JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 secara daring, Sabtu (14/2/2026).
Forum tahunan tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, dengan fokus utama transformasi organisasi dan akselerasi prestasi guna merebut medali pada Asian Games 2026.
Rakernas dipimpin langsung Ketua Umum PP MPI Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo, didampingi Sekretaris Jenderal Marsekal Pertama TNI Ridwan Gultom.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman serta perwakilan Komisi Eksekutif NOC Indonesia (KOI), Hary Warga Negara.
Mengusung tema “Transformasi dan Akselerasi Prestasi Modern Pentathlon Indonesia Menuju Asian Games 2026”, Rakernas diikuti 22 Pengurus Provinsi (Pengprov) dari total 27 Pengprov MPI yang ada.
Partisipasi mayoritas daerah tersebut dinilai mencerminkan soliditas organisasi sekaligus komitmen bersama dalam membangun cabang olahraga modern pentathlon di Tanah Air.
Modern pentathlon sendiri merupakan cabang olahraga yang mengombinasikan lima disiplin, yakni anggar, renang, obstacle, menembak, dan lari. Kompleksitas cabang ini menuntut pembinaan terstruktur dan dukungan infrastruktur yang memadai di daerah.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam sambutannya memberikan apresiasi atas konsistensi PP MPI dalam melakukan pembinaan atlet di tengah berbagai tantangan teknis dan geografis.
“Apresiasi saya berikan kepada PP MPI yang terus bergerak maju. Kehadiran 22 Pengprov hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan modern pentathlon tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi sudah merata ke daerah,” ujar Marciano.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pengurus pusat dan daerah menjadi kunci dalam mencetak atlet berdaya saing internasional.
Menurutnya, Rakernas bukan sekadar forum administratif, melainkan momentum evaluasi sekaligus penguatan strategi menuju target besar Asian Games.
Senada dengan itu, perwakilan KOI Hary Warga Negara menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional sebagai fondasi utama prestasi olahraga.
Ia menyebut modern pentathlon memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi di level multievent internasional.
“Tata kelola yang baik akan berbanding lurus dengan prestasi. Kami mendukung langkah PP MPI dalam menyiapkan atlet menuju Asian Games dan agenda internasional lainnya,” kata Hary.
Ketua Umum PP MPI Purwoko Aji Prabowo memaparkan bahwa kalender kompetisi modern pentathlon pada 2026 sangat padat.
Selain Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Indonesia juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Asian Championship U-17 dan U-19 sebelum puncaknya tampil di Asian Games Nagoya pada September mendatang.
“Kalender 2026 sangat padat. Peran Pengprov sangat kami harapkan agar atlet Indonesia mampu meraih prestasi membanggakan, seperti capaian satu emas, empat perak, dan tiga perunggu di SEA Games Thailand 2025 lalu,” ujar Purwoko.
Ia menegaskan bahwa target medali di Asian Games bukan sekadar wacana, melainkan misi kolektif seluruh elemen organisasi.
Rakernas 2026 menjadi titik awal penguatan program latihan, pemusatan latihan nasional, hingga peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan.
Purwoko mengungkapkan bahwa hingga saat ini Indonesia telah meloloskan dua atlet putri dan satu atlet putra ke Asian Games Nagoya 2026. Namun, PP MPI masih berupaya menambah jumlah wakil yang tampil melalui jalur kualifikasi.
“Kita sudah meloloskan tiga atlet. Tapi kami akan berjuang menambah kuota agar peluang meraih medali semakin terbuka. Harapan kami, Merah Putih bisa berkibar di Nagoya,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, PP MPI mendorong penguatan infrastruktur dan pembinaan di daerah. Menurut Purwoko, sinergi pusat dan daerah menjadi faktor krusial dalam melahirkan “super atlet” modern pentathlon yang mampu bersaing di level Asia bahkan dunia.
Rakernas 2026 juga menghasilkan sejumlah regulasi baru, termasuk peraturan organisasi terkait penyelenggaraan kejuaraan, pendirian klub, serta penyempurnaan AD/ART.
Selain itu, dilakukan sosialisasi format kompetisi terbaru sesuai standar internasional.
Sekjen PP MPI Ridwan Gultom menyatakan bahwa pelaksanaan Rakernas secara daring merupakan bentuk adaptasi digital organisasi demi efisiensi dan efektivitas komunikasi antara pusat dan daerah.
“Rakernas berjalan lancar dan menghasilkan keputusan penting, termasuk penyempurnaan regulasi organisasi. Ini menjadi landasan untuk memperkuat sistem pembinaan dan kompetisi nasional,” ujar Ridwan.
Dengan dukungan penuh dari KONI dan NOC Indonesia, PP MPI optimistis transformasi organisasi yang dicanangkan dalam Rakernas 2026 akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi.
Soliditas 22 Pengprov diharapkan menjadi motor penggerak pencarian dan pembinaan talenta muda di seluruh Indonesia.
Melalui fokus transformasi dan akselerasi prestasi, PP MPI menatap Asian Games Nagoya 2026 dengan optimisme tinggi.
Target medali menjadi simbol ambisi besar modern pentathlon Indonesia untuk mencetak sejarah baru di panggung multievent Asia. (AGF/09).









