Satgas TMMD 129 Bojonegoro Pamitan, Warga Kesongo Haru

Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro berpamitan dengan warga Desa Kesongo setelah menyelesaikan rangkaian tugas pembangunan dan kegiatan sosial selama satu bulan, Kamis (13/8/2026). (Foto: IST/SP).

BOJONEGORO, JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Perpisahan personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro dengan masyarakat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung penuh haru, Kamis (13/8/2026).

Setelah sekitar satu bulan menjalankan tugas pembangunan dan kegiatan sosial di tengah masyarakat, para prajurit Satgas TMMD ke-129 bersiap kembali ke satuan masing-masing. Namun, berakhirnya program TMMD tidak serta-merta mengakhiri hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama berada di Desa Kesongo.

Kebersamaan antara prajurit dan warga menjadi salah satu cerita penting dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Selama berada di desa, personel Satgas tidak hanya mengerjakan berbagai sasaran fisik, tetapi juga terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan bersama warga.

Semangat gotong royong membuat hubungan antara TNI dan masyarakat semakin dekat. Warga turut membantu berbagai pekerjaan, sementara personel Satgas berbaur dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kedekatan tersebut membuat suasana menjelang kepulangan prajurit berlangsung emosional. Pesan dan ucapan terima kasih disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, mengatakan pengalaman selama berada di Desa Kesongo memberikan pelajaran berharga bagi para prajurit, terutama mengenai pentingnya kebersamaan dan gotong royong.

BACA JUGA  Perkuat Tanggap Bencana Warga: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan PMI Edukasi Masyarakat Kesongo

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan TMMD. Warga tidak hanya menerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan selama program berlangsung.

Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat, dukungan, dan keterlibatan masyarakat Desa Kesongo sejak awal hingga berakhirnya program.

“Bagi personel Satgas, masyarakat bukan sekadar penerima manfaat program. Warga telah menjadi bagian dari perjalanan tugas dan keluarga kami selama di sini,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.

Menurutnya, keberhasilan berbagai sasaran TMMD merupakan hasil kerja bersama. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan dalam menyelesaikan pembangunan yang telah direncanakan.

Kedekatan tersebut juga dirasakan oleh masyarakat Desa Kesongo. Samiun, salah seorang warga, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel Satgas TMMD yang telah mencurahkan tenaga dan waktu untuk membantu pembangunan desa.

Menurut Samiun, kehadiran prajurit selama satu bulan mampu menciptakan suasana kekeluargaan di tengah masyarakat. Interaksi yang berlangsung setiap hari membuat jarak antara warga dan personel TNI semakin dekat.

“Saya berharap silaturahmi bapak-bapak TNI dengan warga terus terjalin. Hubungan baik ini jangan sampai berhenti di sini saja,” kata Samiun.

BACA JUGA  Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro Jadi Lintasan Generasi Muda

Bagi warga Kesongo, personel Satgas TMMD yang awalnya datang sebagai prajurit yang menjalankan tugas akhirnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama satu bulan. Kebersamaan dalam bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan berbagai kegiatan desa meninggalkan kesan yang mendalam.

Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik. Sejumlah fasilitas yang dikerjakan selama program berlangsung kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Pembangunan jalan beton menjadi salah satu sasaran yang memberikan manfaat bagi mobilitas warga. Selain itu, terdapat pembangunan dan rehabilitasi fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta peningkatan kualitas lingkungan desa.

Namun, bagi masyarakat, hasil pembangunan fisik bukan satu-satunya warisan dari pelaksanaan TMMD. Semangat gotong royong dan hubungan antara TNI dengan rakyat dinilai menjadi nilai penting yang akan terus dikenang.

Program TMMD memang memiliki batas waktu pelaksanaan. Setelah seluruh sasaran selesai, personel Satgas harus kembali menjalankan tugas di satuan masing-masing.

Meski demikian, berakhirnya tugas di lapangan tidak berarti hubungan antara prajurit dan masyarakat ikut berakhir. Warga berharap komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga setelah para prajurit meninggalkan Desa Kesongo.

BACA JUGA  Babinsa Desa Pager dan Warga Perbaiki Jalan Ambrol

Perpisahan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Para prajurit kembali melanjutkan pengabdian di satuan masing-masing, sementara masyarakat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan memanfaatkan hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama.

Bagi Satgas TMMD dan warga Kesongo, satu bulan kebersamaan telah meninggalkan cerita tentang kerja keras, gotong royong, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tugas di Desa Kesongo boleh berakhir, tetapi jalinan kekeluargaan yang telah terbentuk diharapkan tetap terjaga.

Semangat kebersamaan yang lahir selama TMMD pun menjadi bekal bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan hasil pembangunan desa. (ACZ.09).