TMMD ke-129 Bojonegoro Atasi Kesulitan Air Warga Dusun Bekatul

TMMD ke-129 Bojonegoro Hadir Atasi Kesulitan Air, Keran Warga Bekatul Kini Mengalir
Warga Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan aliran air bersih dari jaringan perpipaan hasil program TMMD ke-129, Jumat (14/8/2026). (Foto: Dok. Pendim 0813/Bojonegoro)

BOJONEGORO-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghadirkan perubahan bagi warga Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Kesulitan mendapatkan air bersih yang selama ini dirasakan warga mulai teratasi setelah sumur bor dan jaringan perpipaan dibangun hingga ke rumah-rumah warga.

Air bersih kini mengalir melalui jaringan yang dilengkapi instalasi perpipaan dan flow meter. Bagi warga Bekatul, aliran dari keran tersebut bukan sekadar fasilitas baru, melainkan jawaban atas kebutuhan dasar yang selama ini menjadi persoalan.

Salah seorang warga RT 015 RW 007 Dusun Bekatul, Agus Yulianto, mengaku telah menggunakan air dari jaringan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa memakai air dari jaringan ini. Kami sangat bersyukur karena sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” ucap Agus, Jumat (14/8/2026).

Sebelumnya, warga harus menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kehadiran jaringan air bersih membuat aktivitas warga menjadi lebih mudah karena sumber air kini lebih dekat dengan tempat tinggal.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 0814-15/ Mojowarno Basmi Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN) Demam Berdarah

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Edi. Ia mengapresiasi pemasangan flow meter di rumah warga karena penggunaan air dapat dipantau dan dikelola secara lebih tertata.

“Sekarang meteran air sudah terpasang di rumah. Kami tidak lagi kesulitan air seperti sebelumnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu warga,” ujar Edi.

Menjawab Kebutuhan Dasar Warga

TMMD ke-129 Bojonegoro Hadir Atasi Kesulitan Air, Keran Warga Bekatul Kini Mengalir
Warga Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, memanfaatkan aliran air bersih dari jaringan perpipaan yang dilengkapi flow meter hasil program TMMD ke-129, Jumat (14/8/2026). (Foto: Dok. Pendim 0813/Bojonegoro)

Kepala Dusun Bekatul, Waridi mengatakan, pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang paling dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan aktivitas warga sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sanitasi.

“Pembangunan ini sangat membantu warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kami berterima kasih atas perhatian dan program TMMD yang hadir langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” kata Waridi.

Pembangunan tersebut menjadi contoh bahwa sasaran TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Penyediaan air bersih juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di pedesaan.

BACA JUGA  Kodim 0820/Probolinggo Bersih-bersih Pesisir Pantai Bahak

Sumur bor yang dibangun kemudian dihubungkan dengan jaringan perpipaan menuju rumah warga. Sistem tersebut dilengkapi flow meter untuk membantu mengatur dan memantau penggunaan air.

Bagi warga Dusun Bekatul, manfaat pembangunan itu kini dapat dirasakan secara langsung. Keran yang sebelumnya tidak memiliki akses jaringan air bersih kini mulai mengalir dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bukan Sekadar Infrastruktur

Program TMMD ke-129 di Bojonegoro menunjukkan bahwa pembangunan akan lebih berarti ketika menyentuh persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Jalan yang dibangun dapat memperlancar mobilitas. Sementara itu, jaringan air bersih menyentuh kebutuhan yang lebih mendasar karena air diperlukan dalam hampir seluruh aktivitas rumah tangga.

Karena itu, pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan di Dusun Bekatul bukan sekadar pekerjaan fisik. Ada manfaat langsung yang dirasakan warga setelah fasilitas tersebut selesai dibangun.

Bagi Agus, Edi, Waridi, dan warga lainnya, perubahan itu sederhana tetapi berarti. Mereka kini dapat memperoleh air lebih mudah tanpa harus menghadapi kesulitan seperti sebelumnya.

Air yang mengalir dari keran rumah warga pun menjadi gambaran nyata manfaat TMMD ke-129 bagi masyarakat Bekatul.

BACA JUGA  Polda Jatim ajak Perguruan Pencak Silat Jaga Kamtibmas

Program tersebut pada akhirnya tidak hanya meninggalkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Warga diharapkan turut menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

TMMD ke-129 boleh berakhir, tetapi aliran air bersih yang hadir di rumah-rumah warga menjadi bukti bahwa pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dapat menghadirkan perubahan nyata.(ACZ)