JAKARTA, SUDUTPANDANG – Institut STIAMI Selenggarakan The 6th International Conference, Dorong Inovasi Tata Kelola Digital Global sebagai bagian dari komitmen memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.
Forum ilmiah internasional yang digelar Sabtu (14/2) di Jakarta ini menjadi ajang strategis mempertemukan akademisi, peneliti, profesional, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk membahas arah baru tata kelola digital, logistik cerdas, serta komunikasi strategis.
Konferensi tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan keenam tersebut mengangkat tema “Advancing Digital Governance, Smart Logistics, and Strategic Communication for Future Hospitality and Public Service Systems.”
Tema ini menegaskan urgensi penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital, integrasi sistem logistik cerdas, serta optimalisasi komunikasi strategis dalam menciptakan layanan publik dan sektor hospitality yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan di era transformasi digital global.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, dalam pidatonya menekankan bahwa akselerasi digital saat ini menuntut kolaborasi multipihak.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Ia menyampaikan bahwa sektor pariwisata dan layanan publik Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi global.
Transformasi sistem pelayanan berbasis teknologi dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, menegaskan bahwa penyelenggaraan The 6th International Conference merupakan wujud komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif dan produktif.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan gagasan inovatif yang aplikatif bagi kebutuhan masyarakat dan pemerintah.
“Forum ini menjadi ruang dialog ilmiah yang mempertemukan perspektif global dan praktik lokal. Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan dalam kebijakan maupun manajemen organisasi,” ujarnya.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah narasumber internasional dan nasional dengan latar belakang akademik serta profesional yang beragam.
Di antaranya Tasente Tanase dari OVIDIUS University of Constanta Rumania, Kim Soo Il selaku Emeritus Professor dari Busan University of Foreign Studies Korea Selatan, serta Ilham Sentosa, Emeritus Professor dari Universiti Kuala Lumpur Malaysia.
Selain itu, turut hadir Degdo Supriyatno, profesional sekaligus peneliti di bidang transportasi dan multimoda dengan pengalaman industri lebih dari dua dekade, serta Rokhmin Dahuri yang saat ini menjabat sebagai Rektor University UMMI Bogor.
Diskusi panel dipandu oleh moderator Rifda Chairani dan berlangsung dinamis, ditandai dengan pertukaran gagasan lintas negara mengenai implementasi digital governance dan inovasi logistik.
Sejumlah isu strategis mengemuka dalam forum tersebut, mulai dari tantangan integrasi data lintas sektor, keamanan siber dalam sistem pemerintahan digital, hingga pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi disrupsi teknologi.
Para pembicara sepakat bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga perubahan paradigma dalam pengambilan keputusan dan pelayanan publik.
Partisipasi peserta yang tinggi, baik secara luring maupun daring, mencerminkan meningkatnya perhatian komunitas akademik terhadap isu tata kelola digital global.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk peneliti, mahasiswa pascasarjana, birokrat, hingga praktisi industri.
Dalam sesi diskusi, sejumlah rekomendasi strategis dirumuskan, antara lain perlunya standardisasi sistem digital lintas lembaga, penguatan regulasi perlindungan data, serta peningkatan kolaborasi riset internasional untuk mendukung inovasi berkelanjutan.
Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan publik dan praktik manajerial di masa depan.
Penyelenggaraan The 6th International Conference juga dinilai memperluas jejaring akademik global Institut STIAMI.
Kerja sama lintas negara dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran akademik menjadi salah satu fokus pengembangan institusi ke depan.
Melalui forum internasional ini, Institut STIAMI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam percakapan global mengenai tata kelola digital dan inovasi pelayanan publik.
Konsistensi dalam menyelenggarakan konferensi berskala internasional menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya solusi berbasis pengetahuan guna mendukung kemajuan masyarakat dan penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Dengan semakin kompleksnya tantangan transformasi digital, kolaborasi lintas sektor dan lintas negara menjadi kunci.
Konferensi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan implementasi nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik dan sektor hospitality di masa mendatang. (AGF/09).




