JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tawuran antarwarga kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Menyusul peristiwa tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan Satgas Jaga Jakarta untuk memperkuat pengamanan dan pencegahan di wilayah rawan konflik.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI tetap mengedepankan pendekatan preventif dan komprehensif dalam menangani persoalan tawuran.
“Langkah Pemprov saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif,” kata Chico dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Chico, Pemprov DKI terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, Satpol PP, camat, lurah, RT/RW, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui patroli rutin, dialog antarwarga, serta upaya pencegahan dini di wilayah rawan.
Selain pengamanan, Pemprov DKI juga memperkuat program sosial bagi anak muda agar tidak terlibat tawuran. Program tersebut mencakup penyediaan lapangan kerja, fasilitas olahraga, serta kegiatan produktif lainnya.
“Kami ingin energi anak-anak muda ini tersalurkan ke hal-hal yang positif,” ujarnya.
Chico menambahkan, sejak November 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah membentuk dan meresmikan Satgas Jaga Jakarta yang secara khusus menangani kerawanan sosial, seperti tawuran, konflik antarwarga, hingga kriminalitas.
Satgas ini melibatkan kolaborasi lintas elemen dengan pendekatan humanis melalui deteksi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur.
Untuk kawasan rawan seperti Manggarai, Satgas Jaga Jakarta akan menjadi garda depan dalam pemantauan dan pencegahan potensi bentrokan.
Pemprov DKI juga mendorong partisipasi masyarakat melalui kanal aduan #JagaJakarta untuk melaporkan potensi konflik di lingkungan masing-masing.
Tawuran Warga di Manggarai
Sebelumnya, tawuran antarwarga terjadi di kolong flyover Manggarai pada Kamis (1/1) sekitar pukul 18.10 WIB. Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan mengatakan dua kelompok warga, yakni RW 04 Gang Tuyul dan RW 12 Gang Magasen, terlibat saling serang dengan melempar batu dan petasan.
“Sekitar 20 orang dari kedua kelompok saling menyerang di terowongan Manggarai,” kata Iwan.
Petugas Polsek Tebet bersama Tim Presisi Polres Metro Jakarta Selatan langsung mendatangi lokasi dan membubarkan massa. Sekitar pukul 18.20 WIB, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan kondusif.
Iwan memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, polisi masih melakukan patroli di wilayah tersebut untuk mencegah bentrokan susulan.(01)









