UBL Perkuat Beasiswa Atlet untuk Prestasi Nasional

Universitas Budi Luhur (UBL) memperkuat program beasiswa atlet sebagai strategi konkret dalam mendukung pembinaan mahasiswa berprestasi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga nasional. (foto: AGF/SP).
Universitas Budi Luhur (UBL) memperkuat program beasiswa atlet sebagai strategi konkret dalam mendukung pembinaan mahasiswa berprestasi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga nasional. (foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Universitas Budi Luhur (UBL) memperkuat program beasiswa atlet sebagai strategi konkret dalam mendukung pembinaan mahasiswa berprestasi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga nasional. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Agus Setyo Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Program ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pembinaan olahraga secara profesional dan berkelanjutan. Melalui kebijakan tersebut, UBL tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menyediakan fasilitas latihan serta dukungan akademik yang memadai bagi mahasiswa atlet.

“Beasiswa atlet ini jadi maskot kami. Sekarang cabang olahraganya sudah cukup lengkap, mulai dari bulu tangkis, pencak silat, bola voli, futsal, taekwondo, sepak bola, e-sport, bola basket, karate, panjat tebing hingga panahan,” ujar Agus.

Penguatan program ini dinilai relevan karena sejumlah mahasiswa UBL telah menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu contoh terbaru adalah keberhasilan atlet panahan UBL, Akhmad Khoirul Basith, yang meraih medali emas pada ajang SEA Games 2025.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet berbasis kampus dapat berkontribusi langsung terhadap capaian Indonesia di pentas olahraga regional. UBL menilai, sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga menjadi kunci untuk mencetak atlet berprestasi tanpa mengorbankan masa depan akademik mereka.

BACA JUGA  Pickleball Kian Populer, Harlin Buka Lapangan Baru di Jaksel dan Kota Wisata

Selain berkiprah di level internasional, mahasiswa UBL juga kerap memperkuat kontingen Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Agus menjelaskan, ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan atlet untuk memperkuat tim pada kompetisi nasional, pihaknya kerap diminta memberikan kontribusi atlet yang telah melalui proses seleksi nasional.

“Kalau Provinsi DKI memerlukan atlet, misalnya untuk PON, biasanya mereka menghubungi Budi Luhur University untuk dimintakan kontribusi atletnya, tentunya melalui seleksi nasional,” katanya.

Tak hanya sebatas beasiswa, UBL juga menyediakan sarana dan prasarana latihan yang memadai. Fasilitas tersebut tersedia baik di lingkungan kampus maupun di lokasi pemusatan latihan ketika atlet mengikuti training camp nasional.

Salah satu fasilitas unggulan adalah lapangan panahan yang berlokasi di Bogor. Fasilitas ini tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa UBL, tetapi juga oleh atlet dari Pemerintah Kota Bogor sebagai tempat latihan.

“Kami menyediakan sarana latihan baik di kampus maupun di tempat pemusatan latihan ketika mereka mengikuti training camp nasional. Dari sisi pembelajaran juga kami dukung,” ujar Agus.

BACA JUGA  Tembus Perempatfinal, Herry IP Apresiasi Duo Pasangan Muda

Dukungan akademik diberikan melalui fleksibilitas jadwal perkuliahan dan pendampingan agar mahasiswa atlet tetap dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Menurut pihak kampus, keseimbangan antara prestasi olahraga dan capaian akademik menjadi prinsip utama dalam pengelolaan program ini.

Selain panahan, cabang olahraga futsal dan bola basket menjadi dua sektor yang dikenal luas di kalangan pelajar, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. UBL aktif mengikuti berbagai liga dan kompetisi antarkampus maupun antar pelajar.

“Kalau bertanya ke anak-anak SMA di Jakarta dan sekitarnya, futsal itu identik dengan Budi Luhur. Basket juga demikian karena kami aktif mengikuti liga dan kompetisi,” kata Agus.

Branding olahraga ini dinilai efektif dalam menarik minat calon mahasiswa yang memiliki bakat dan minat di bidang olahraga. Dengan sistem pembinaan yang terstruktur, UBL berharap mampu mencetak lebih banyak atlet potensial di masa mendatang.

Selain futsal dan basket, cabang olahraga lain seperti voli, bulu tangkis, karate, taekwondo, dan pencak silat juga terus dikembangkan melalui program pembinaan internal kampus.

BACA JUGA  Suara Hati Spaso dan Lanjutan Liga 1

Program beasiswa atlet di UBL dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk mendukung ekosistem olahraga nasional. Kampus menilai bahwa peran perguruan tinggi sangat penting dalam menjembatani fase transisi atlet dari level junior ke senior, sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan mereka.

Melalui penguatan program ini, UBL ingin memastikan bahwa mahasiswa atlet tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga memiliki kompetensi akademik yang mumpuni sebagai bekal karier setelah masa aktif olahraga berakhir.

Dengan pendekatan tersebut, UBL menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten mendukung pengembangan olahraga nasional melalui jalur pendidikan tinggi. Program ini diharapkan mampu memperluas kontribusi kampus dalam mencetak atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. (AGF/09).