ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menyatakan dukungannya terhadap penguatan peran organisasi Fahmi Ummi dalam membina keluarga, memberdayakan perempuan, serta mendorong pertumbuhan UMKM berbasis syariah. Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi dan silaturahmi pengurus Fahmi Ummi se-Sumatera Utara yang dirangkaikan dengan sosialisasi kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung YPTQ Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Minggu (25/10/2026). Acara ini mempertemukan pengurus Fahmi Ummi tingkat kabupaten/kota dengan Pengurus Pusat Fahmi Ummi, sekaligus menjadi sarana meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal.
Wabup Asahan Rianto turut mendampingi Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah pejabat dan pengurus organisasi juga hadir, di antaranya jajaran Kementerian Agama, Wakil Ketua DPRD Asahan, Ketua Fahmi Ummi Sumatera Utara, Ketua Fahmi Ummi Kabupaten Asahan Ummi Hj. Safrida Hanum Damanik, S.Pd., M.Pd., serta Plt. Ketua Umum Pengurus Pusat Fahmi Ummi, Maya Suhasni Siregar.

Dalam sambutannya, Rianto mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan Wakil Menteri Agama RI ke Kabupaten Asahan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung berbagai kegiatan Fahmi Ummi yang sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat religius, maju, dan berkelanjutan.
Menurut Rianto, Fahmi Ummi mempunyai peran penting dalam membangun keluarga harmonis, mendukung pendidikan anak, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Karena itu, organisasi tersebut diharapkan terus memperkuat pembinaan keluarga dan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, beriman, dan bertakwa.
Rianto juga berharap konsolidasi pengurus Fahmi Ummi dari berbagai daerah di Sumatera Utara dapat memperkuat koordinasi dan kerja sama organisasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i, mendorong untuk memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
Ia juga berharap dapat mengambil peran dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis syariah, termasuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain bidang ekonomi, organisasi tersebut diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman hukum bagi perempuan serta memperkuat kerja sama kelembagaan dengan berbagai instansi dan kementerian.
Dorongan tersebut membuka peluang bagi Fahmi untuk berperan lebih luas, tidak hanya dalam pembinaan keluarga dan keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas perempuan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Agenda konsolidasi dan silaturahmi ini juga diisi dengan sosialisasi kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai ketentuan sertifikasi halal sekaligus mendorong kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sertifikasi halal juga menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Dengan pemahaman yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan dapat mempersiapkan usahanya agar memenuhi ketentuan yang berlaku dan meningkatkan daya saing produk.
Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan UMKM yang berlandaskan prinsip syariah.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 16.45 WIB tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan bersalam-salaman. Seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap penguatan organisasi Fahmi dapat berjalan beriringan dengan pembinaan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan pemahaman sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara.(MA/04)











