Berita  

Fokusmaker Desak Investigasi Korban Aksi Transparan dan Independen

Fokusmaker Desak Investigasi Korban Aksi Transparan dan Independen
Demonstrasi (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Badan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Bakornas Fokusmaker) melalui Bidang Hukum dan HAM serta Bidang Kajian Strategis menyampaikan pernyataan sikap terkait brutalitas aparat dalam pengamanan demonstrasi yang terjadi pada Kamis (28/8/2025).

Peristiwa tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob menjadi bentuk nyata kesewenang-wenangan aparat dalam pengamanan aksi.

Bakornas Fokusmaker menilai tindakan aparat tersebut bertentangan dengan UN Human Rights Guidance on Less-Lethal Weapons in Law Enforcement (2020), mencederai nilai-nilai demokrasi, dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Organisasi ini mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan meminta Divisi Propam Polri untuk melakukan investigasi serta memberikan sanksi hukum yang tegas kepada para pelaku.

BACA JUGA  Legenda Tinju Dunia, George Foreman Meninggal Dunia

Dalam pernyataan sikapnya, Bakornas Fokusmaker menyampaikan beberapa poin tegas. Pertama, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi secara menyeluruh birokrasi aparat keamanan. Kedua, mengecam segala bentuk represivitas yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap warga sipil.

Ketiga, mendesak aparat penegak hukum untuk menjamin keamanan dan kebebasan warga sipil dalam menyuarakan pendapat dan berekspresi.

Keempat, nendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab kepada korban dan keluarga korban, baik secara moral maupun materiil.

“Peristiwa tragis ini memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Bakornas Fokusmaker. Kami mendorong agar investigasi dilakukan secara transparan dan independen untuk memastikan pertanggungjawaban hukum yang adil,” Ketua Umum Bakornas Fokusmaker Abrory Ben Barka, dalam keterangan pers yang diterima Jumat (29/8/2025).

BACA JUGA  Kebakaran Ruko di Kemayoran, Kevin Wu Minta Pemprov DKI Evaluasi Keselamatan Bangunan

Fokusmaker menyerukan agar aparat negara mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap pengamanan aksi.

Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM Bakornas Fokusmaker, M. Ilham Ramadhan, berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting untuk memastikan penggunaan kekuatan aparat tetap berada dalam koridor hukum dan kemanusiaan, tanpa menimbulkan korban di kalangan warga sipil.

Ia menegaskan, Bakornas Fokusmaker berkomitmen untuk mengawal kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Kami berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan menghormati hak asasi manusia,” harapnya.(01)