JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia melanjutkan rangkaian safari audiensinya dengan mengunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Senin (6/10/2025). Kunjungan yang berlangsung di Gedung E, Komplek Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, ini menjadi langkah strategis FORWAN dalam memperkuat sinergi antara media hiburan dan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran FORWAN diterima langsung oleh Direktur Perfilman, Musik, dan Seni, Dr. Syaifullah Agam, untuk membahas arah kerja sama dan program kolaboratif di sektor budaya dan industri kreatif Indonesia.
Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi ajang perkenalan pengurus baru periode 2025–2029, sekaligus penyampaian program kerja satu tahun ke depan yang siap mendukung pengembangan ekosistem hiburan nasional.
“Kami ingin menjalin sinergi yang lebih kuat dengan Kementerian Kebudayaan. FORWAN siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan industri musik, film, dan seni di Indonesia,” ujar Buyil.
Ia menambahkan, sejumlah program FORWAN berpotensi untuk dijalankan bersama kementerian, terutama yang mendukung pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan pelaku industri kreatif.
Direktur Perfilman, Musik, dan Seni, Dr. Syaifullah Agam, mengapresiasi kontribusi nyata yang selama ini telah aktif mendukung berbagai kegiatan kementerian.
“Kami melihat FORWAN bukan sekadar komunitas wartawan hiburan, tetapi juga mitra yang punya gagasan orisinal dan bernilai. Program-program seperti Anugerah Kartini Musik dan Film serta Diskusi Publik Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film adalah contoh nyata kontribusi positif FORWAN,” ujarnya.
Dr. Syaifullah menegaskan, pihaknya akan meninjau program-program yang diajukan FORWAN dan mempertimbangkannya untuk diimplementasikan jika sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Kebudayaan.
Sejumlah tokoh Dewan Kehormatan FORWAN juga hadir dalam pertemuan ini, menyampaikan aspirasi dan dukungan terhadap kelanjutan kerja sama antara FORWAN dan Kementerian Kebudayaan.
Ratna Listy selaku Dewan Kehormatan, berharap kerja sama yang telah berjalan baik bisa terus ditingkatkan.
“Semoga kolaborasi ini melahirkan karya yang membanggakan dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Yatti Surachman, artis senior, menekankan pentingnya pelestarian budaya tradisional Indonesia.
“Kita harus menjaga agar budaya kita tidak diambil atau diklaim oleh negara lain,” tegasnya.
Nina Nugroho menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu diarahkan pada program produktif dan berkelanjutan yang saling menguntungkan.
Safrul Riza Yudhistara atau Panglima Langit, selaku Dewan Penasehat FORWAN, menyebut sinergi yang dilandasi kepercayaan dan profesionalisme akan melahirkan karya besar di masa depan.
“Kerja sama yang solid akan menumbuhkan kinerja positif dan menghasilkan karya emas,” katanya.
Dalam audiensi tersebut memaparkan tujuh program unggulan yang akan dijalankan sepanjang tahun mendatang, di antaranya:
- Diskusi “Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Indonesia” dalam rangka Hari Ibu (22 Desember).
- Kampanye agar Musik Dangdut diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
- Diskusi Pelestarian Musik Tradisional Betawi – Gambang Kromong.
- Diskusi Musik Tanjidor dan Eksistensinya di Era Modern.
- Flashmob Tari Topeng Betawi dengan melibatkan 5.000 penari.
- Anugerah Kartini Musik dan Film Jilid II.
- Konser Budaya Cap Go Meh.
Program-program ini diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi, edukasi, dan pelestarian budaya, sekaligus memperkuat posisi FORWAN sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun industri hiburan yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing global.
Audiensi ini menegaskan komitmen dalam mendukung agenda pemerintah dalam memajukan budaya nasional dan industri hiburan tanah air. Melalui sinergi dengan Kementerian Kebudayaan, FORWAN siap menjadi jembatan antara pelaku seni, media, dan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global.(04)










