SUDUTPANDANG.ID – Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi pengamat langit dan pecinta astronomi. Fenomena bulan purnama akan muncul sebanyak 13 kali sepanjang tahun, termasuk supermoon, Blue Moon, serta gerhana bulan yang langka.
Puncak rangkaian fenomena langit ini dimulai dengan Wolf Moon pada Januari, yang sekaligus menjadi supermoon terakhir dari empat supermoon berturut-turut sejak Oktober 2025.
Supermoon terjadi saat bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan terang dibanding bulan purnama biasa. Wolf Moon dapat diamati hampir penuh mulai 2 hingga 4 Januari, dengan puncaknya pada 3 Januari pukul 17.02 WIB.
Blood Moon Maret 2026
Fenomena langit berikutnya yang menanti pengamat adalah Worm Moon yang muncul pada 3 Maret 2026, bertepatan dengan gerhana bulan total. Saat gerhana, bulan akan berubah warna menjadi kemerahan selama sekitar 58 menit, yang dikenal dengan istilah blood moon.
Gerhana ini dapat disaksikan dari kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dan menjadi gerhana total terakhir sebelum 2028. Blood Moon menjadi momen langka yang menarik perhatian astronom profesional maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan keindahan langit malam secara langsung.
Rangkaian Bulan Purnama Sepanjang Tahun
Setelah Wolf Moon dan Blood Moon, berbagai purnama lain akan menghiasi langit 2026. Snow Moon akan muncul pada 2 Februari, Pink Moon pada 2 April, Flower Moon pada 1 Mei, dan Blue Moon pada 31 Mei sebagai purnama kedua dalam satu bulan kalender.
Strawberry Moon pada 30 Juni tercatat sebagai micromoon karena berada di titik terjauh dari Bumi. Buck Moon dan Sturgeon Moon masing-masing akan muncul pada 29 Juli dan 28 Agustus, yang bertepatan dengan gerhana bulan sebagian menutupi 96 persen permukaan bulan.
Menutup Tahun dengan Supermoon
Rangkaian fenomena langit 2026 ditutup dengan Cold Moon pada 24 Desember, yang juga menjadi supermoon terakhir tahun ini. Selain itu, tahun ini juga akan menghadirkan dua gerhana matahari, yakni gerhana cincin pada 17 Februari dan gerhana total pada 12 Agustus.
Dengan beragam fenomena langit sepanjang tahun, 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengamati siklus bulan, gerhana, dan keindahan alam semesta secara langsung.(berbagai sumber/01)


