BANDUNG, SUDUTPANDANG.ID – Laga bertajuk El Clasico Indonesia kembali tersaji saat Persib Bandung menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/26.
Pertandingan sarat gengsi Persib vs Persija akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/6/2026) pukul 15.30 WIB, dengan ambisi besar Maung Bandung mengincar kemenangan atas Macan Kemayoran.
Selain mempertaruhkan rivalitas panjang kedua tim, duel ini juga krusial dalam persaingan papan atas klasemen.
Persib dan Persija saat ini hanya terpaut dua poin dari Borneo FC Samarinda yang berada di puncak dan telah memainkan satu laga lebih banyak.
Hasil pertandingan di GBLA berpeluang mengubah peta persaingan menuju gelar juara.
Gelandang Persib, Marc Klok, menegaskan timnya memahami betul arti penting laga melawan Persija.
Menurut Klok, pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menyangkut gengsi dan harga diri kedua klub.
“Setiap pertandingan penting bagi kami, tetapi melawan Persija selalu punya arti berbeda. Ini pertandingan besar untuk gengsi dan kebanggaan,” ujar Klok dalam keterangannya.
Klok menambahkan, seluruh pemain Persib ingin tampil maksimal demi memberikan kebanggaan kepada Bobotoh. Dukungan suporter di GBLA diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim untuk meraih hasil positif.
“Kami tahu ekspektasi Bobotoh sangat besar. Kami ingin memberikan hasil yang bisa mereka banggakan,” kata pemain bernomor punggung 23 itu.
Bila mampu meraih kemenangan, Persib akan mengoleksi 38 poin dan melampaui perolehan Borneo FC yang mengantongi 37 poin. Situasi serupa juga berlaku bagi Persija apabila keluar sebagai pemenang.
Persib Bidik Kemenangan atas Persija di Laga Sarat Gengsi
Dengan posisi klasemen yang ketat dan rivalitas yang kuat, laga klub kebanggaan warga Jabar kontra tim asal Jakarta diprediksi berlangsung sengit. Pertandingan ini menjadi salah satu penentu arah persaingan di Super League 2025/26.
Rivalitas Panjang Sejak Era Perserikatan
Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta tumbuh seiring perjalanan panjang sepak bola nasional. Kedua klub telah berjumpa sejak era perserikatan, bahkan sebelum Indonesia berdiri sebagai negara merdeka.
Catatan sejarah menunjukkan pertemuan pertama terjadi pada 1933, ketika Persib masih bernama PSIB dan Persija dikenal sebagai VIJ.
Dalam perkembangannya, Persib sempat tampil dominan, terutama saat bermain di kandang pada pertengahan 1990-an. Namun, momentum berbalik pada akhir dekade tersebut ketika Persija mulai menunjukkan kebangkitan.
Sejak musim 1998/1999, Persija mencatatkan periode superior dengan rekor tak terkalahkan dalam 17 pertemuan beruntun atas Persib.
Dominasi itu baru terhenti pada musim 2007/2008. Sejak saat itu, duel kedua klub kembali berjalan relatif seimbang dan terus menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di sepak bola Indonesia.(den/01)










