BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus melakukan penataan infrastruktur di kawasan Stasiun Bekasi sebagai bagian dari strategi mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi. Salah satu langkah konkret yang kini tengah dikerjakan adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Juanda.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan, JPO tersebut dirancang dengan fasilitas lift dan tangga guna memberikan kemudahan akses sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat saat menyeberang.
Kehadiran JPO diharapkan mampu mengurangi penyeberangan langsung di badan jalan yang selama ini menjadi pemicu kemacetan di sekitar stasiun.
“Dengan adanya JPO, masyarakat dapat menyeberang dengan lebih aman dan tertib, sehingga tidak lagi mengganggu arus kendaraan di Jalan Juanda. Pembangunannya kami targetkan selesai dalam waktu tiga bulan dan aksesnya bisa langsung masuk ke area Stasiun,” ujar Tri Adhianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/2/2026).
Selain pembangunan JPO, penataan kawasan Stasiun Bekasi saat ini difokuskan pada pembenahan infrastruktur secara menyeluruh. Pemerintah Kota Bekasi juga telah melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang sebelumnya beraktivitas di sekitar area stasiun.
Sementara itu, pelaku usaha yang memiliki lokasi resmi tetap diperbolehkan beroperasi dengan penataan yang lebih tertib.
“Saat ini kami konsentrasi pada penataan kawasan. Pedagang kaki lima sudah tidak lagi beraktivitas di area tersebut, dan usaha yang memiliki tempat resmi tetap berjalan dengan pengaturan yang lebih rapi,” jelasnya.
Tri Adhianto turut menegaskan bahwa pengelolaan dan perbaikan jalan memiliki pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.
Untuk ruas jalan nasional dan provinsi yang mengalami kerusakan, Pemkot Bekasi terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bekasi, seperti Jalan Cipendawa, telah dialokasikan anggaran sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar untuk pekerjaan overlay lanjutan demi meningkatkan kualitas serta kenyamanan pengguna jalan.
“Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan agar setiap kewenangan dapat berjalan optimal dan masyarakat segera merasakan hasil pembangunan yang dilakukan, dalam 3 bulan akan rampung,” pungkas Tri Adhianto.(PR/04)










