KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Pesantren resmi digelar di aula kantor kecamatan, Rabu (11/2/2026). Agenda ini menjadi rangkaian terakhir Musrenbang tingkat kecamatan di Kota Kediri, dengan penekanan pada penyusunan skala prioritas pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Camat Pesantren, Judy Kuntjoro, menjelaskan bahwa seluruh aspirasi dari 15 kelurahan telah dikumpulkan dan akan dibawa ke forum Musrenbang tingkat kota. Ia menekankan bahwa usulan yang dikawal adalah program yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat.
“Dari usulan 15 kelurahan, nanti ada skala prioritas yang akan kita kawal ke Musrenbang tingkat kota. Yang kita dorong adalah kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Kalau keinginan tentu banyak, tapi yang kita fokuskan adalah yang benar-benar harus segera dilaksanakan,” ujarnya.
Menurut Judy, meski sektor infrastruktur tetap menjadi perhatian, bidang pendidikan akan menjadi prioritas utama dalam pengajuan tahun 2027. Pihak kecamatan akan meminta para lurah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi sekolah, khususnya bangunan yang rawan rusak serta sarana dan prasarana yang belum memadai.
“Sekolah yang bangunannya rawan roboh atau sarprasnya kurang baik akan kita data dan prioritaskan. Ini sejalan dengan program Wali Kota Kediri yang menekankan pentingnya infrastruktur dan pendidikan,” jelasnya.
Tak hanya pendidikan, layanan kesehatan juga masuk dalam daftar perhatian. Kecamatan akan melakukan evaluasi terhadap kondisi puskesmas, termasuk kelayakan bangunan dan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.
“Jika ada puskesmas dengan sarpras kurang memadai, akan kita prioritaskan untuk diusulkan renovasi atau normalisasi pada 2027,” tambahnya.
Selain membahas pembangunan fisik dan layanan dasar, Camat Pesantren juga mengungkapkan rencana Forkopimcam untuk mengundang para ketua perguruan pencak silat di wilayahnya.
Langkah ini dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Kegiatan Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimmudin Thoha, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, seluruh lurah Kecamatan Pesantren, unsur TNI-Polri, serta tokoh masyarakat. Forum ini diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Kota Kediri tahun 2027.(CN/04)









