Persebaya dan Bonek Kumpulkan 18.213 Paket Donasi untuk NTT

Puluhan Ribu Paket Alat Tulis Terkumpul dari Gerakan Donasi Persebaya Untuk Semua menjadi bukti kuat solidaritas suporter dan manajemen klub terhadap dunia pendidikan. (Foto: Persebaya).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Puluhan Ribu Paket Alat Tulis Terkumpul dari Gerakan Donasi Persebaya Untuk Semua menjadi bukti kuat solidaritas suporter dan manajemen klub terhadap dunia pendidikan.

Dalam satu malam, total 18.213 paket donasi berhasil dihimpun dalam laga kandang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2).

Gerakan sosial ini berawal dari kabar memilukan tentang seorang pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak mampu membeli buku dan pena untuk kebutuhan sekolah.

Informasi tersebut memantik empati banyak pihak, termasuk suporter setia Persebaya, Bonek dan Bonita. Diskusi yang awalnya berkembang di media sosial kemudian berlanjut menjadi aksi nyata melalui program donasi alat tulis bertajuk “Persebaya Untuk Semua”.

Manajemen Persebaya Surabaya merespons cepat inisiatif tersebut dengan menyediakan fasilitas drop box di sejumlah titik stadion saat laga kandang melawan Bhayangkara FC.

Kotak donasi ditempatkan di Gate 2 dan Gate 15 Gelora Bung Tomo untuk memudahkan suporter menyalurkan bantuan.

Antusiasme suporter terlihat sejak sebelum pertandingan dimulai. Tidak hanya datang untuk mendukung tim kebanggaan, ribuan Bonek dan Bonita turut membawa buku tulis, pulpen, pensil, hingga tas sekolah untuk didonasikan. Banyak di antara mereka yang sengaja mengajak anak-anaknya agar momen tersebut menjadi sarana edukasi tentang kepedulian sosial.

BACA JUGA  Kamila/Ramadhani Tampil Tanpa Beban

Salah satu suporter yang berpartisipasi adalah Fahmi Akbar Pambudi, Bonek asal Sidoarjo. Ia hadir bersama istri dan putri kecilnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Fahmi mengaku ingin menanamkan nilai berbagi kepada anaknya sejak dini.

“Ini sangat positif. Di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang, kita masih bisa saling membantu teman-teman yang kurang beruntung. Sekaligus mengajarkan anak untuk peduli dan berbagi,” ujar Fahmi di sela penyerahan donasi, dalam rilis yang diterima Selasa (17/2/2026).

Manajemen Persebaya mencatat, dalam satu malam total donasi yang terkumpul mencapai 18.213 paket. Rinciannya terdiri dari 6.538 buku tulis, 11.561 alat tulis seperti pulpen dan pensil, serta 114 tas sekolah. Jumlah tersebut melampaui ekspektasi awal panitia yang semula menargetkan belasan ribu item.

Perwakilan manajemen Persebaya menyampaikan apresiasi atas partisipasi luar biasa suporter. Mereka menilai gerakan ini menjadi bukti bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang dampak sosial yang bisa dihadirkan bagi masyarakat luas.

Program “Persebaya Untuk Semua” selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

BACA JUGA  Laga Borneo FC vs Persebaya Tensi Tinggi! 2 Penalti, 1 Kartu Merah 

Donasi alat tulis tersebut direncanakan disalurkan kepada pelajar dari keluarga kurang mampu, khususnya di daerah yang membutuhkan akses perlengkapan sekolah.

Solidaritas antara Persebaya dan Bonek dalam aksi sosial bukanlah hal baru. Klub kebanggaan warga Surabaya ini memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan kemanusiaan.

Salah satu aksi yang paling dikenang publik terjadi pada 2019, ketika Persebaya bersama Bonek menggelar gerakan “lempar boneka” di GBT.

Dalam aksi tersebut, puluhan ribu boneka dilempar ke lapangan sebagai simbol dukungan terhadap anak-anak penderita kanker.

Tercatat sekitar 20 ribu boneka berhasil dikumpulkan dan kemudian disumbangkan ke sejumlah rumah sakit serta komunitas pejuang kanker anak. Aksi itu menjadi sorotan nasional dan menuai apresiasi luas karena dinilai kreatif sekaligus menyentuh.

Selain itu, Persebaya dan Bonek juga kerap terlibat dalam penggalangan dana ketika bencana alam melanda berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari pengiriman bantuan logistik hingga donasi kemanusiaan, kolaborasi antara klub dan suporter selalu menjadi kekuatan utama.

Gerakan donasi alat tulis kali ini kembali menegaskan identitas Persebaya sebagai klub yang dekat dengan masyarakat.

Di tengah kompetisi sepak bola yang semakin profesional, nilai solidaritas dan gotong royong tetap menjadi ruh yang dijaga bersama.

BACA JUGA  Tragedi Kanjuruhan, Lilin Perdamaian Sudah Dinyalakan

Bagi para suporter, aksi ini bukan sekadar kegiatan tambahan di luar pertandingan. Lebih dari itu, gerakan sosial menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan menunjukkan bahwa Bonek dan Bonita tidak hanya lantang di tribun, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial.

Dengan terkumpulnya lebih dari 18 ribu paket dalam satu malam, “Puluhan Ribu Paket Alat Tulis Terkumpul dari Gerakan Donasi Persebaya Untuk Semua” menjadi catatan positif di awal tahun 2026.

Aksi ini diharapkan mampu meringankan beban pelajar yang membutuhkan, sekaligus menginspirasi komunitas lain untuk melakukan gerakan serupa.

Sepak bola, melalui Persebaya dan para suporternya, sekali lagi membuktikan bahwa solidaritas bisa lahir dari stadion dan menjangkau mereka yang membutuhkan harapan. (AGF/09).