LANGKAT, SUMUT|SUDUTPANDANG.ID – Jembatan Bailey hasil sinergi TNI dan PTPN IV PalmCo di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali menghubungkan akses tiga desa yang sebelumnya terputus akibat kerusakan infrastruktur. Kehadiran jembatan tersebut memungkinkan aktivitas warga kembali berjalan normal setelah sempat terkendala.
Siaran pers PTPN IV PalmCo, Sabtu (28/2/2026), menyebutkan, warga di tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kini dapat bernapas lega. Akses transportasi dan jalur perekonomian yang sempat lumpuh total akibat putusnya jembatan utama pascabanjir bandang, kini kembali terbuka.
Jembatan Bailey darurat sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter telah berdiri dan menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, serta Desa Banjaran Raya. Jembatan tersebut menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian warga.
Pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi Batalyon Zeni Tempur TNI AD bersama PTPN IV PalmCo dan PT Langkat Nusantara Kepong.
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, meninjau langsung penyelesaian pembangunan infrastruktur darurat tersebut pada awal pekan lalu. Peninjauan turut dihadiri jajaran Korem, Kodim Langkat, unsur Muspika Kecamatan Wampu, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Hendy menekankan pentingnya respons cepat dan gotong royong lintas sektor dalam masa tanggap darurat bencana.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dalam pembangunan jembatan ini. Sinergi menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.
Eskalasi Bantuan di Sumatera
Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam pembangunan jembatan di Langkat disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan pengerahan sumber daya perusahaan merupakan bagian dari mandat badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada stabilitas sosial masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey bersama Kodam I/Bukit Barisan menjadi wujud sinergi BUMN dan TNI di garis depan. Kami tidak ingin jalur perekonomian warga di desa-desa lumpuh terlalu lama,” kata Jatmiko.
Berdasarkan data perusahaan, operasi kemanusiaan PTPN IV PalmCo menjangkau 16 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wilayah tersebut meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Medan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Pasaman Barat, Padang, Tanah Datar, Agam, Solok, dan Lima Puluh Kota.
Bentuk bantuan disesuaikan dengan tingkat keparahan bencana, mulai dari pengerahan alat berat untuk membuka akses terdampak longsor, distribusi bahan kebutuhan pokok, penyediaan obat-obatan, hingga pendirian posko darurat bagi pengungsi.
Di wilayah dengan kerusakan infrastruktur berat, seperti Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan, perusahaan juga menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang.
Pemulihan Psikososial Anak
Khusus di Kabupaten Langkat, pembangunan jembatan melengkapi bantuan yang telah disalurkan sebelumnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan mengalokasikan dana ratusan juta rupiah pada fase awal tanggap darurat banjir.
Selain memastikan ketersediaan logistik, bantuan juga difokuskan pada pemulihan psikososial anak-anak terdampak. Ratusan paket perlengkapan pendidikan, seperti tas sekolah, buku tulis, buku gambar, dan alat mewarnai, didistribusikan ke posko pengungsian untuk menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana.
Dengan beroperasinya Jembatan Bailey di Kecamatan Wampu, proses pemulihan di Kabupaten Langkat diharapkan semakin cepat seiring normalnya kembali arus barang dan mobilitas warga di tiga desa tersebut.(PR/01)









