Boy Pohan: Petinju Muda Indonesia Kian Kompetitif

Wasit internasional World Boxing asal Indonesia, Boy Muhammad Pohan, menilai performa petinju muda Indonesia di Asian Boxing U-19 dan U-23 Championship 2026 semakin kompetitif. (Foto: IST/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Wasit tinju internasional asal Indonesia, Boy Muhammad Pohan, menilai penampilan para petinju muda Indonesia pada ajang Asian Boxing U-19 dan U-23 Championship 2026 menunjukkan perkembangan yang positif dan semakin kompetitif di level Asia.

Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti bahwa program pembinaan atlet usia muda yang dijalankan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) mulai membuahkan hasil.

Pernyataan tersebut disampaikan Boy Pohan menyusul keberhasilan Indonesia meraih satu medali emas melalui petinju putri Anggi Intani Chalik di kelas 48 kilogram.

Pada partai final, Anggi tampil impresif dengan mengalahkan petinju India, Gunjan, untuk memastikan gelar juara bagi Merah Putih.

Prestasi tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas pembinaan tinju nasional, khususnya pada kelompok usia yang dipersiapkan sebagai generasi penerus atlet elite Indonesia.

“Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan di tubuh Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) berjalan, terutama di sektor kelompok usia,” ujar Boy Pohan, Kamis (16/7/2026).

Wasit internasional World Boxing asal Indonesia, Boy Muhammad Pohan, menilai performa petinju muda Indonesia di Asian Boxing U-19 dan U-23 Championship 2026 semakin kompetitif. (Foto: IST/SP)

Boy Pohan yang merupakan satu-satunya wasit Indonesia bersertifikat World Boxing mengatakan Perbati saat ini memberikan perhatian besar terhadap pembinaan atlet usia muda melalui berbagai program pelatihan dan keikutsertaan dalam kompetisi internasional.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun prestasi tinju Indonesia dalam jangka panjang.

BACA JUGA  Petinju Indonesia Bidik Medali di Kejuaraan Asia 2026

Ia menilai keberhasilan Anggi Intani Chalik tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sehingga atlet memiliki kesiapan teknis maupun mental saat menghadapi lawan-lawan dari negara kuat di Asia.

Selain mengejar prestasi jangka pendek, pembinaan usia muda juga bertujuan mencetak petinju yang mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Boy Pohan menekankan bahwa keikutsertaan atlet muda dalam kejuaraan internasional merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas bertanding.

Menurutnya, pengalaman menghadapi petinju dari berbagai negara akan memperkaya kemampuan teknis sekaligus meningkatkan mental bertanding para atlet.

“Kejuaraan ini bisa dimanfaatkan para petinju kelompok usia untuk menimba pengalaman,” katanya.

Ia berharap para petinju muda Indonesia terus diberikan kesempatan mengikuti berbagai turnamen resmi yang diselenggarakan World Boxing agar kemampuan mereka semakin berkembang.

Dengan semakin sering bertanding di level internasional, para atlet diharapkan mampu memahami karakter permainan lawan, meningkatkan adaptasi terhadap berbagai gaya bertinju, serta memperkuat kepercayaan diri saat tampil di kompetisi besar.

“Selain terus dibina, mereka juga hendaknya diberikan pengalaman tanding ke luar negeri mengikuti event yang digelar oleh World Boxing. Jadi, mereka semakin terasah kemampuannya,” ujar Boy.

BACA JUGA  KOI: Emas Anggie Bangkitkan Tinju Indonesia
Wasit internasional World Boxing asal Indonesia, Boy Muhammad Pohan, menilai performa petinju muda Indonesia di Asian Boxing U-19 dan U-23 Championship 2026 semakin kompetitif. (Foto: IST/SP)

Boy Pohan optimistis pembinaan yang berkesinambungan disertai jam terbang internasional akan membawa petinju Indonesia mampu bersaing tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga pada ajang yang lebih bergengsi seperti Asian Games hingga Olimpiade.

Menurutnya, peningkatan kualitas atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses latihan yang konsisten, kompetisi yang berkualitas, serta dukungan penuh dari organisasi olahraga agar atlet dapat berkembang secara maksimal.

Ia menilai Indonesia memiliki banyak potensi petinju muda yang mampu bersaing dengan negara-negara kuat apabila mendapatkan pembinaan dan kesempatan bertanding yang memadai.

Secara khusus, Boy memberikan apresiasi terhadap penampilan Anggi Intani Chalik yang sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.

Ia menilai Anggi memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi petinju elite apabila terus mendapatkan pembinaan yang tepat dan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.

“Petinju muda seperti Anggi Chalik harus terus diasah kemampuannya agar kelak bisa menembus level Asia bahkan Olimpiade,” tegas Boy.

Keberhasilan Anggi mengalahkan wakil India pada partai final juga menunjukkan bahwa atlet Indonesia memiliki kemampuan bersaing menghadapi negara-negara yang selama ini dikenal kuat dalam olahraga tinju.

Hasil yang diraih Indonesia pada Asian Boxing U-19 dan U-23 Championship 2026 menjadi momentum positif bagi kebangkitan olahraga tinju nasional.

BACA JUGA  Jakarta Marathon 2022 Siap Digelar Minggu

Selain menghadirkan medali emas, keikutsertaan atlet-atlet muda dalam ajang tersebut memberikan pengalaman berharga yang dapat menjadi modal menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Perbati diharapkan terus memperkuat sistem pembinaan atlet usia dini, memperbanyak program pelatihan, serta membuka peluang bagi para petinju muda untuk mengikuti kejuaraan internasional secara rutin.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan organisasi yang kuat, serta pengalaman bertanding di level dunia, Indonesia diyakini memiliki peluang melahirkan petinju-petinju berkualitas yang mampu mengharumkan nama bangsa di Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.

Keberhasilan Anggi Intani Chalik menjadi awal yang menjanjikan bagi regenerasi tinju Indonesia sekaligus mempertegas bahwa investasi pada pembinaan atlet usia muda merupakan langkah strategis dalam membangun prestasi olahraga nasional. (09/AGF).