BEKASI. SUDUTPANDANG.ID— Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa di Plaza Patriot Candrabhaga saat ribuan warga menghadiri kegiatan Bekasi Bershalawat, Minggu malam (15/3). Acara tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ke-29 yang digelar Pemerintah Kota Bekasi.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama unsur Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat, serta menghadirkan penceramah nasional Ustadz Solmed. Acara diisi dengan tabligh akbar, dzikir bersama, lantunan shalawat, serta lagu-lagu religi yang menggema di kawasan stadion kebanggaan warga Bekasi tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa Bekasi Bershalawat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum spiritual untuk mempererat kebersamaan sekaligus memanjatkan doa bagi kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut, hati yang lelah menjadi tenang dan pikiran yang penat menjadi lapang. Mudah-mudahan bukan hanya hati kita yang menjadi tenang, tetapi juga Kota Bekasi menjadi kota yang penuh keberkahan,” ujar Tri Adhianto di hadapan para jamaah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan peran bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam Islam, menurutnya, terdapat dua peran penting yang harus berjalan seiring, yakni ulama dan umaroh.
“Jika ulama dan umaroh berjalan bersama, insyaAllah masyarakatnya akan kuat. Kota yang dibangun dengan nasihat para ulama serta ikhtiar para pemimpin akan menjadi kota yang penuh keberkahan,” tambahnya.
Tri Adhianto juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama dan tokoh agama yang selama ini berperan menjaga nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat Bekasi.
“Bekasi tidak hanya dibangun lewat pajak masyarakat, tetapi juga dibangun dengan doa-doa para ulama. Saya percaya doa-doa itulah yang menjaga kota ini,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Solmed mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa ketakwaan bukan hanya tercermin dari ibadah kepada Allah, tetapi juga dari sikap dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketakwaan itu bukan hanya terlihat dari ibadah kita kepada Allah, tetapi juga bagaimana kita menjaga hati, menjaga lisan, dan menjaga hubungan dengan sesama manusia,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bekasi Bershalawat,
Pemerintah Kota Bekasi berharap nilai keimanan, persatuan, dan kebersamaan masyarakat semakin kuat, sehingga cita-cita menjadikan Bekasi sebagai kota yang nyaman dan warganya sejahtera dapat terwujud.
(Egi)


