Perkuat Rumpun Imu Sosial, Transformasi IPB University Buka 2 Prodi Baru S1, Sosiologi-Geografi Manusia.

IPB university
Bagian dari kampus IPB University di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. FOTO: HO-id.pinterest.com

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Seiring dengan terus dilakukannya transformasi kelembagaan dan keilmuan, yang sejalan dengan arsitektur akademik yang telah ditetapkan Senat Akademik (SA), IPB University menargetkan pada 2026 ini membuka dua program studi (prodi) baru S1, yakni Sosiologi dan Geografi Manusia, kata pejabat berwenang.

“IPB melakukan transformasi bukan hanya struktur, tetapi juga transformasi keilmuan. Fakultas tentu harus menyesuaikan diri dengan arsitektur akademik yang sudah ditetapkan, kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University, Prof Dr Sofyan Sjaf dalam taklimat media yang dikutip sudutpandang.id dari IPB University di Bogor, Jawaa Barat, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan IPB University terus melakukan transformasi kelembagaan dan keilmuan sejalan dengan arsitektur akademik yang telah ditetapkan SA dengan merujuk agenda besar tersebut, maka Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) kini resmi bertransformasi menjadi FISEMA.

“Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi bagian dari penataan keilmuan yang lebih adaptif dan relevan,” katanya.

BACA JUGA  Ketum PWI: Hadiah Anugerah Jurnalistik Adinegoro Diserahkan di HPN Kalsel

Disebutkannya bahwa FISEMA, saat ini menaungi dua prodi S1, yakni Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM) dan Ilmu Keluarga dan Konsumen.

Lalu, tiga prodi S2 (Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak, Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, dan Sosiologi Pedesaan), serta tiga prodi S3 (Ilmu Keluarga, Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, dan Sosiologi Pedesaan).
“Dengan basis yang kini lebih kuat pada rumpun ilmu sosial, transformasi ini dinilai sebagai langkah strategis,” dan menambahkan bahwa tahun 2026 ini, FISEMA menargetkan pembukaan dua prodi baru S1, yakni Sosiologi dan Geografi Manusia.

Dengan demikian, kata dia, prodi rumpun KPM akan berkembang menjadi tiga prodi: Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Sosiologi, serta Geografi Manusia.

“Kurikulum tentu kami perbarui. Komunikasi akan lebih fokus pada komunikasi dalam perspektif pengembangan masyarakat. Sementara Sosiologi dan Geografi Manusia akan mengembangkan kurikulum baru sesuai kebutuhan zaman,” katanya.

BACA JUGA  Pra Orasi Ilmiah, 4 Guru Besar Baru IPB University Paparkan Pemikiran di Konferensi Pers

Politik-Hukum-Antropologi

Ke depan, katanya, pengembangan akademik tidak berhenti di situ. Dalam peta jalan hingga 2031, FISEMA menargetkan pembukaan sejumlah prodi baru lainnya.

Prodi baru itu, seperti Ilmu Konsumen, Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak, Psikologi, Politik, Hubungan Internasional, Antropologi, Hukum, hingga Kebijakan Publik.

“Kita ingin membangun kekhasan ilmu sosial IPB. Fokusnya tetap pada komunitas agromaritim, masyarakat dataran tinggi, dataran rendah, hingga pesisir. Itu menjadi wilayah analisis utama kita,” katanya.

Untuk bidang riset, katanya, FISEMA mengusung agenda besar rural transformation (transformasi desa). Salah satunya melalui jalinan kerja sama riset dengan China Agricultural University (CAU) untuk mengembangkan metodologi dan basis Data Desa Presisi (DDP).

“Alhamdulillah, DDP kini diminati berbagai daerah, termasuk Maluku dan Papua. Bahkan, Badan Legislasi DPR RI tengah mempertimbangkan adopsinya sebagai bagian dari metodologi Satu Data Indonesia,” katanya.

Ia menyatakan pengakuan tersebut menunjukkan bahwa inovasi kampus mulai direkognisi di level kebijakan nasional.

BACA JUGA  Kandaskan VFB Stuttgart 4-3, Bayer Leverkusen Menangi Piala Super Jerman 2024

Transformasi ini sebagai langkah strategis untuk memastikan pengembangan ilmu sosial di IPB University tetap relevan, kontekstual, dan berdaya saing global.

“Sejalan visi IPB sebagai institusi bereputasi global, FISEMA akan terus memperkuat jejaring internasional sekaligus menegaskan positioning ilmu sosial khas IPB yang berbasis komunitas dan transformasi wilayah,” demikian Sofyan Sjaf. (Red/02)

 

 

IPB