Riset Tentang Penyuluhan WA Group, Wartawati LKBN ANTARA Indriani Lulus Ujian Doktor di IPB University

disertasi
Wartawati LKBN ANTARA, Indriani, Rabu (15/7/2026), saat memaparkan riset disertasinya pada sidang promosi ujian disertasi di ruang seminar Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademik doktor di IPB University. FOTO: HO-HP Leksanawati

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Wartawati LKBN ANTARA, Indriani, Rabu (15/7/2026), dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademik doktor di IPB University, setelah sidang promosi ujian disertasi di ruang seminar Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mahasiswa S3 Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (KMP) Angkatan 2022 itu dinyatakan lulus setelah diuji secara terbuka oleh Komisi Promosi yang terdiri atas Prof Dr Ir Sumardjo, MS (Ketua), Dr Ir Siti Amanah, MSc (Anggota) dan Dr Ir Umi Fahmida, MSc (Anggota), serta Promotor Luar Promosi , yakni Prof Dr Sik Sumaedi, MSM dan Prof Dr Ir Pudji Muljono, M.Si

Dalam sidang saat mempertahankan disertasi berjudul “Model Penyuluhan Pola Asuh Makan Pada Anak Usia Dini Melalui WhatsApp Group”, hadir pula sejumlah keluarga dan sejawatnya, baik dari kalangan jurnalis maupun dosen dan mahasiswa, di antaranya Kepala Divisi Pemberitaan Foto Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA masa bakti 2012-2018, Hermanus Prihatna yang juga anggota Dewan Pengawas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Andi Jauhari, yang pernah bertugas sebagai Ombudsman Redaksi LKBN ANTARA, serta mahasiswa Mahasiswa S3 Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (KMP) Angkatan 2022 serta mahasiswa jurnalistik FISIP Universitas Muhammadiyah Prof Dr Buya Hamka (UHAMKA) Jakarta.

Dihadiri langsung suami dan putrinya, Muhammad Rusdiana dan Nayla Shafiyah Runi, Indriani memaparkan Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dalam penanganan “stunting”.

BACA JUGA  Tanamkan Disiplin dan Loyalitas, Kodim 0819/Pasuruan Gelar Upacara Bendera

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Merujuk pada Data Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak berusia 0-59 bulan adalah 21,5 persen, yang masih jauh dari target 14 persen pada 2024.

Sejumlah studi menunjukkan perilaku pemberian makan yang tidak tepat, akibat kurangnya pengetahuan pengasuh atau orang tua, berkaitan erat dengan status gizi anak.

Ia memilih lokasi studi penelitian disertasinya di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) karena berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (2024), merupakan salah satu daerah dengan tingkat prevalensi stunting tetinggi di Provinsi NTB dengan prevalensi stunting 27,6 persen atau masih berada di atas rata-rata nasional, yakni 21,5 persen.

“Kabupaten tersebut juga memiliki komitmen tinggi dalam penanganan stunting, yang dibuktikan dengan lahirnya sejumlah peraturan daerah (perda) dalam upaya penanganan stunting,” kata Kepala Lembaga Pendidikan ANTARA (LPA) itu.

 

IPB University
Wartawati LKBN ANTARA, Indriani (empat dari kiri) bersama anggota Dewan Pengawas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Hermanus Prihatna yang Kepala Divisi Pemberitaan Foto Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA masa bakti 2012-2018 (paling kiri) dan jurnalis senior, Andi Jauhari (enam dari kiri), yang pernah bertugas sebagai Ombudsman Redaksi LKBN ANTARA, berfoto bersama usai sidang promosi ujian disertasi di ruang seminar Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). FOTO: HO-Hermanus Prihatna

Dalam kaitan itu, kata dia, perlu upaya penyuluhan untuk mendorong perubahan perilaku pola asuh makan anak usia dini, melalui pemanfaatan WhatsApp yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia.

Penelitian yang dilakukannya adalah menggunakan kerangka teoretis yang mengintegrasikan Theory of Planned Behavior dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menjelaskan mekanisme perubahan perilaku melalui pembentukan persepsi, kendali perilaku yang dirasakan, serta penerimaan terhadap media digital sebagai sarana penyuluhan, yang dilakukan pada Juli hingga Oktober 2025, melibatkan 128 responden dari enam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan eksperimen semu.

BACA JUGA  Perankan Karakter Wanita Penghibur, Michelle Ziudith Riset ke Club Malam

Tujuannya, untuk menganalisis pola asuh makan anak usia dini di Kabupaten Lombok Timur, menganalisis pengaruh pemanfaatan WhatsApp terhadap perubahan praktik pola asuh makan dalam upaya penanganan stunting dan merumuskan model pemanfaatan dalam penyuluhan penanganan stunting.

Usai memaparkan disertasinya, simpulan yang dihasilkan, yakni berdasarkan keseluruhan temuan yang ada, model penyuluhan pola asuh makan yang efektif adalah model yang menempatkan karaktristik pesan, pengaruh lingkungan, sebagai penentu pembentukan persepsi kemudahan yang kemudian menjadi penggerak inti perubahan pola asuh makan, serta lingkungan sosial sebagai faktor penguat yang mengaktifkan fungsi Whats App Group sebagai saluran difusi pesan.

Konfigurasi inilah, kata dia, yang dirumuskan dalam Model SEMETON (Sosial, Edukasi, Mediasi Transmisi, Orientasi, dan Norma), yang dalam bahasa Sasak (bahasa daerah di NTB), juga bermakna saudara atau kerabat, katanya.

Indriani di akhir disertasinya juga memberikan saran bahwa berdasarkan simpulan tersebut, penelitian ini menegaskan tentang pentingnya penggunaan teknologi informasi dalam penyuluhan, pesan yang personal dan informatif serta dukungan kepemimpinan dalam perubahan pola asuh makan pada anak.

Ia juga menyebut penelitiannya juga mempunyai beberapa keterbatasan, di antaranya durasi intervensi hanya 10 pekan sehingga belum cukup untuk menangkap perubahan pola asuh makan secara signifikan, sehingga penelitian disarankan berdurasi 12-16 pekan dengan pengukuran follow up.

BACA JUGA  Iran dan Indonesia: Embargo Mendidik, Utang Memanjakan

Sementara itu Ketua Komisi Promosi, Prof Dr Ir Sumardjo, MS dalam pesannya meminta Indriani, meski sudah dinyatakan lulus sebagai doktor di lingkup IPB University agar tetap sebagai sosok akademik yang terbuka, yakni bersedia menerima masukan dan perbaikan pada disiplin ilmu yang ditekuninya.

Indriani adalah wartawati LKBN ANTARA yang lahir di Tanjungkarang, Lampung pada 26 Juni 1986, sebelum di IPB, pendidikan S1-nya ditempuh di Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, dan lulus pada 2008. Lalu, S2 di Prodi Komunikasi FISIP Universitas Indonesia dan lulus pada 2017.

Alumni dari Asian Journalism Fellowship (AJF) itu juga meraih sejumlah penghargaan jurnalistik serta aktif dalam berbagai organisasi seperti sebagai dosen di UHAMKA, Early Childhood Education (ECED) Council, Ikatan Pekerja Sosial dan Masyarakat (IPSM) dan organisasi profesi jurnalis.(Red/02)