TMMD 129 Bojonegoro Perkuat Kedekatan dengan Warga

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengikuti pelatihan membuat donat bersama warga Desa Kesongo. (Foto: ist/SP).

BOJONEGORO, SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Salah satu wujudnya terlihat saat Komandan SSK Satgas TMMD ke-129, Lettu Ckm Purnomo, mengikuti pelatihan pembuatan donat bersama warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kesongo tersebut menjadi bagian dari rangkaian program nonfisik TMMD yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif di tingkat desa.

Berbeda dari aktivitas sehari-harinya yang memimpin pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga berbagai sasaran fisik lainnya, Lettu Ckm Purnomo tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan donat bersama warga.

Didampingi instruktur pelatihan, Bu Eni, ia mempelajari proses pembuatan donat mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk adonan menjadi bulatan, hingga menggorengnya sampai matang.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Personel Satgas TMMD dan warga tampak saling berdiskusi serta berbagi pengalaman selama proses pembuatan kue berlangsung.

Menurut Lettu Ckm Purnomo, kegiatan tersebut mencerminkan semangat TMMD yang tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial yang erat antara TNI dan masyarakat.

BACA JUGA  Dansatgas TMMD 129 Kobarkan Semangat Prajurit

Ia menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, melainkan juga dari terjalinnya kedekatan emosional, rasa saling percaya, dan semangat gotong royong antara aparat TNI dengan warga desa.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Kami belajar keterampilan dari warga sekaligus menjalin kebersamaan. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun rasa kekeluargaan,” ujar Purnomo.

Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti pembuatan donat memiliki manfaat jangka panjang karena dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Karena itu, kegiatan nonfisik dalam TMMD selalu diarahkan agar mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

Selain pembangunan jalan, rehabilitasi RTLH, dan berbagai proyek fisik lainnya, Satgas TMMD ke-129 juga aktif melaksanakan penyuluhan, pelayanan kesehatan, edukasi, serta pelatihan keterampilan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat sehingga hasil TMMD tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berkelanjutan setelah program selesai.

Sementara itu, Bu Eni selaku instruktur pelatihan mengaku senang dapat berbagi pengetahuan kepada personel Satgas TMMD.

BACA JUGA  TMMD 129 Bojonegoro: Senyum Syukur Warga Kesongo Terima Bantuan Rehab RTLH

Menurutnya, antusiasme para prajurit dalam mengikuti pelatihan menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal profesi.

Ia mengaku tidak menyangka seorang komandan lapangan yang sehari-hari memimpin pembangunan juga bersedia belajar membuat donat bersama warga.

“Senang sekali bapak-bapak TNI mau belajar membuat donat. Ternyata Komandan SSK Satgas TMMD tidak hanya piawai membangun jalan, jembatan, dan membantu masyarakat, tetapi juga semangat belajar membuat kue,” katanya.

Kehadiran personel TNI dalam pelatihan tersebut juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Kesongo.

Warga menilai interaksi seperti ini membuat hubungan antara TNI dan masyarakat menjadi semakin dekat. Suasana pelatihan yang penuh canda dan kekeluargaan menjadi pengalaman tersendiri bagi warga maupun anggota Satgas TMMD.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo memang dirancang tidak hanya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Kodim 0813 Bojonegoro terus mendorong agar kegiatan nonfisik mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Pelatihan pembuatan donat menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui keterampilan sederhana yang memiliki nilai ekonomi.

BACA JUGA  Perkuat Kebersamaan, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Ramah Tamah Bersama Pemdes Kesongo

Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

Di sisi lain, keterlibatan personel Satgas TMMD dalam berbagai aktivitas masyarakat semakin memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan TMMD.

Kebersamaan yang terbangun selama program berlangsung diharapkan terus terjaga meski seluruh rangkaian TMMD nantinya telah selesai dilaksanakan.

Melalui sinergi pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan hubungan sosial, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa. (ACZ/09)