SURABAYA, SUDUTPANDANG.ID – Juara bertahan Port FC memulai kiprahnya di Piala Presiden 2026 dengan hasil sempurna setelah mengalahkan PSMS Medan 2-0 pada laga perdana Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (26/7/2026) sore.
Dua gol kemenangan tim asal Thailand dicetak Noboru Shimura dan Issam Abdallah.
Hasil tersebut membawa Port FC langsung memuncaki klasemen sementara Grup B dengan koleksi tiga poin. Sebaliknya, PSMS Medan harus puas berada di posisi terbawah usai gagal meraih poin pada laga pembuka.
Sejak peluit awal dibunyikan wasit asal Malaysia, Muhammad Nazmi Bin Nasaruddin, kedua tim tampil berhati-hati.
Port FC berusaha menguasai jalannya pertandingan melalui penguasaan bola dan umpan-umpan pendek, sementara PSMS menerapkan formasi 4-3-3 untuk meredam agresivitas sang juara bertahan.
Pada 15 menit pertama, Ayam Kinantan mampu menjaga organisasi pertahanan dengan baik. Barisan belakang PSMS beberapa kali berhasil mematahkan serangan yang dibangun tim asuhan Sarawut Treephan.
Meski demikian, kualitas individu pemain Port FC akhirnya mampu memecah kebuntuan.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-17 melalui aksi Noboru Shimura. Gelandang Port FC melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau kiper Muhammad Natshir.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Port FC untuk terus menekan pertahanan lawan.
PSMS sempat mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas permainan. Namun, dominasi penguasaan bola tetap berada di tangan wakil Thailand.
Pada menit ke-21, mantan pemain Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, hampir menggandakan keunggulan Port FC. Akan tetapi, peluang tersebut berhasil digagalkan lini pertahanan PSMS yang tampil disiplin.
Ancaman kembali datang enam menit kemudian. Kali ini Noboru Shimura nyaris mencetak gol keduanya melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap.
Namun, bola hanya membentur mistar gawang sehingga skor tetap bertahan 1-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Port FC langsung meningkatkan tempo permainan. Pelatih Sarawut Treephan melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Lucas Costa da Silva menggantikan Sivakorn Tiatrakul.
Pergantian tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap daya serang Port FC.
Lucas langsung menciptakan peluang melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, Muhammad Natshir kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang.
Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54.
Berawal dari pergerakan Lucas Costa di sisi penyerangan, pemain asal Brasil itu mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti yang berhasil disambut Issam Abdallah.
Dengan satu sentuhan, Issam menaklukkan Muhammad Natshir untuk membawa Port FC unggul 2-0.
Gol tersebut semakin mempersulit upaya PSMS mengejar ketertinggalan karena Port FC semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan.
Tidak lama berselang, juara bertahan bahkan memperoleh peluang emas untuk memperbesar keunggulan setelah wasit menunjuk titik putih.
Ruan Ribeiro Rodrigues dipercaya sebagai eksekutor penalti. Namun, penyerang Port FC gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditepis Muhammad Natshir.
Bola muntah sempat kembali disambar Ruan, tetapi sepakan keduanya justru melambung di atas mistar gawang sehingga skor tetap tidak berubah.
Penyelamatan penalti tersebut menjadi salah satu momen terbaik Muhammad Natshir pada pertandingan ini. Meski kebobolan dua gol, penjaga gawang PSMS itu berkali-kali menggagalkan peluang berbahaya Port FC sehingga kekalahan timnya tidak bertambah besar.
Di sisi lain, PSMS terus berusaha mencari gol balasan.
Peluang terbaik tim berjuluk Ayam Kinantan hadir pada menit ke-79 melalui tendangan Jauhari dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola hanya meluncur tipis di sisi kiri gawang Port FC.
Hingga peluit panjang dibunyikan, PSMS tidak mampu memanfaatkan sejumlah peluang yang dimiliki.
Port FC pun menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas wakil Indonesia tersebut.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Port FC dalam upaya mempertahankan gelar juara Piala Presiden yang mereka raih musim lalu.
Selain memperlihatkan efektivitas lini depan, tim asuhan Sarawut Treephan juga menunjukkan organisasi permainan yang solid, baik saat menyerang maupun bertahan.
Sementara bagi PSMS Medan, kekalahan ini menjadi evaluasi penting sebelum menjalani pertandingan kedua.
Tim asuhan Ayam Kinantan dituntut segera memperbaiki penyelesaian akhir dan meningkatkan efektivitas serangan jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup.
Pada laga selanjutnya, Port FC akan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (29/7/2026) pukul 15.30 WIB.
Adapun PSMS Medan dijadwalkan bertemu Persebaya Surabaya di stadion yang sama pada hari yang sama pukul 19.30 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi PSMS untuk bangkit sekaligus menjaga asa melaju ke babak berikutnya, sedangkan Port FC berpeluang mengamankan tiket lebih awal apabila kembali meraih kemenangan.(09/AGF)










