BANTEN, SUDUTPANDANG.ID — Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Bersama Tim SAR Gabungan, Andra memantau operasi pencarian di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Jumat (11/9/2026).
Dalam pemantauan tersebut, Andra mengikuti langsung aktivitas Tim SAR Gabungan yang menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal tersebut sebelum hilang kontak.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan KN SAR 247 Tetuka. Tim SAR menyisir wilayah perairan mulai dari sekitar Pulau Rakata, Pulau Sertung, hingga Pulau Sebesi.
Sementara itu, dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Andra memantau perkembangan operasi sekaligus koordinasi antarkapal yang terlibat dalam pencarian.
Andra mengatakan, dirinya ingin memastikan seluruh upaya pencarian berjalan maksimal dan setiap potensi yang dimiliki pemerintah maupun unsur SAR dapat dikerahkan untuk menemukan para korban.

“Saya melihat langsung semua ikhtiar yang dilakukan dan memonitor komunikasi radio terkait koordinasi dengan kapal-kapal lain yang sedang bertugas,” kata Andra.
Menurutnya, koordinasi menjadi bagian penting dalam operasi pencarian, mengingat wilayah yang harus disisir cukup luas dan melibatkan sejumlah kapal serta personel dari berbagai unsur.
Andra mengapresiasi seluruh personel SAR Gabungan yang hingga kini terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus memberikan dukungan terhadap proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Andra menyebut pencarian tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat.
Karena itu, seluruh sumber daya yang tersedia perlu dimaksimalkan untuk mendukung operasi SAR.
“Ini adalah bentuk ikhtiar negara melalui komitmen Presiden Prabowo Subianto agar seluruh potensi yang ada dimaksimalkan,” ujarnya.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kondisi geografis dan perairan di sekitar kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh personel dalam menentukan pola pencarian.
Tim SAR Gabungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memperluas area pencarian.
Informasi mengenai posisi terakhir kapal, kondisi cuaca, arus laut, serta kemungkinan pergerakan kapal menjadi bagian dari pertimbangan dalam operasi.
Andra berharap seluruh proses pencarian dapat membuahkan hasil dan lima jurnalis serta tiga kru kapal segera ditemukan.
Ia juga menyampaikan keprihatinan kepada keluarga para korban yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Menurut Andra, dukungan dan doa masyarakat juga dibutuhkan selama proses pencarian berlangsung.
Ia mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan agar seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kita berharap kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Andra.
Hingga Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah titik perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Operasi tersebut melibatkan koordinasi antarkapal untuk memperluas jangkauan pencarian.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan dukungan terhadap operasi akan terus diberikan.
Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan perkembangan pencarian dapat diketahui secara berkala dan seluruh upaya penyelamatan berjalan secara optimal.
Kasus hilang kontaknya lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut menjadi perhatian karena hingga kini keberadaan mereka belum diketahui.
Tim SAR Gabungan terus berupaya menemukan titik keberadaan kapal dan seluruh orang yang berada di dalamnya.
Dengan pengerahan berbagai potensi SAR serta dukungan pemerintah daerah, pencarian diharapkan segera menemukan titik terang.
Pemerintah juga meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan operasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (UM/09).











