PASURUAN, SUDUTPANDANG.ID – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pasuruan resmi meluncurkan PGRI POWER (Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellence, dan Resilience) sekaligus mengukuhkan kepanitiaan masa bakti 2026–2029.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diinisiasi Pengurus Besar PGRI.
Kegiatan yang berlangsung di UPT SMP Negeri 6 Kota Pasuruan, Rabu (29/7/2026), dihadiri jajaran Pengurus PGRI Provinsi Jawa Timur, Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan, serta pengurus dan anggota PGRI se-Kota Pasuruan.
PGRI POWER dirancang sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan di era digital.
Melalui program ini, para guru akan dibekali kompetensi di bidang koding, kecerdasan artifisial (AI), inovasi pembelajaran, dan teknologi pendidikan, sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Acara diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI, pembacaan doa, serta sambutan Ketua PGRI Kota Pasuruan Mochamad Amin, S.Pd., M.Pd. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan Tari Tanjung Gemirang oleh siswa SMK PGRI 2 Pasuruan sebelum prosesi pengukuhan panitia.
Prosesi pengukuhan panitia dilaksanakan berdasarkan Keputusan Pengurus PGRI Kota Pasuruan Nomor 04/Kep/JTI/35.75/XXIII/2026 tanggal 9 Juli 2026. Kepanitiaan dipimpin oleh Denni Kurniawan, M.Pd. sebagai Ketua, didampingi Aris Siswati, M.Pd. sebagai Sekretaris dan Hj. Hamidah, M.Pd. sebagai Bendahara, di bawah pembinaan Ketua PGRI Kota Pasuruan Mochamad Amin beserta jajaran pengurus.
Untuk mendukung implementasi program, PGRI Kota Pasuruan juga menunjuk delapan fasilitator yang akan menjadi narasumber sekaligus pendamping pelatihan koding dan AI di lingkungan PGRI.
Agar pelaksanaan program berjalan efektif, kepanitiaan dibagi menjadi dua wilayah koordinasi. Wilayah Kota Pasuruan 1 meliputi Cabang Panggungrejo dan Gadingrejo yang didukung 15 anggota Tim IT, Inovasi, dan Kreasi.
Sementara Wilayah Kota Pasuruan 2 mencakup Cabang Purworejo dan Bugul Kidul dengan dukungan 14 anggota Tim IT dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA, SMK, madrasah hingga perguruan tinggi.
Selain itu, PGRI juga membentuk tim Publikasi dan Kerja Sama serta Humas yang bertugas mendokumentasikan kegiatan sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi keberlanjutan program.
Puncak acara ditandai dengan Launching PGRI POWER Kota Pasuruan Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Wali Kota Pasuruan, H. Mokhammad Nawawi, S.Kom., M.M. melalui prosesi hitung mundur dan visualisasi peluncuran program.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil PGRI POWER serta workshop yang menghadirkan James F. Tomasouw, M.Kom., Wakil Ketua SLCC PB PGRI sekaligus Direktur Program Nasional PGRI POWER.
Melalui peluncuran PGRI POWER, PGRI Kota Pasuruan menegaskan komitmennya membangun ekosistem guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Kolaborasi pengurus, fasilitator, tim IT, publikasi, hingga humas diharapkan mampu melahirkan lebih banyak guru yang kompeten di bidang koding dan kecerdasan artifisial, sehingga kualitas pembelajaran di Kota Pasuruan semakin inovatif, relevan, dan berdampak bagi peserta didik dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(ACZ/04)










