TMMD 129 Bojonegoro: Setitik Air, Harapan Baru Petani Tembakau Kesongo

Tembakau
TMMD 129 Bojonegoro: Setitik Air, Harapan Baru Petani Tembakau Kesongo (Foto: Kodim0813/Bojonegoro)

BOJONEGORO, SUDUTPANDANG.ID – Di bawah naungan langit terik pertengahan musim kemarau, deretan hijau daun tembakau di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, menyajikan pemandangan yang menyimbolkan ketangguhan sekaligus kecemasan. Bagi masyarakat setempat, tembakau bukan sekadar komoditas tanam, melainkan “daun emas” penyambung napas ekonomi keluarga.

Namun, di balik hijaunya dedaunan muda itu, tersimpan rintihan klasik petani pedesaan, dahaga air yang saban tahun mengancam produktivitas. Persoalan krusial inilah yang menggugah perhatian Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Di sela-sela agenda peninjauan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, perwira menengah berpangkat dua melati tersebut tak segan melangkahkan kakinya menyusuri pematang sawah.

Didampingi Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto membungkukkan badan, memeriksa langsung helaian daun tembakau muda serta kondisi struktur tanah yang mulai mengering.

Kunjungan yang hangat dan tanpa sekat ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap langsung keluh kesah para pahlawan pangan lokal.

BACA JUGA  Polres Pasuruan Kota Berhasil Tekan Angka Kriminalitas

Dalam perbincangan akrab di tepi petakan sawah, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, membeberkan realita pahit yang kerap dialami warganya.

Menurut Kusnadi, siklus kemarau selalu menjadi periode paling krusial bagi para petani tembakau di Dusun Bekatul. Saat masa tanam membutuhkan pasokan air yang stabil untuk menjaga kelembapan tanah, debit air sumur dangkal warga justru merosot tajam.

“Keterbatasan pasokan air bersih dan irigasi menjadi kendala paling berat yang langsung berdampak pada penurunan produktivitas serta kualitas panen tembakau warga kami,” ujar Kusnadi, Rabu (29/7/2026)

Menjawab kekhawatiran masyarakat, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menegaskan bahwa program TMMD ke-129 hadir bukan sekadar membawa proyek fisik seremonial, melainkan solusi konkret atas problem fundamental warga. Salah satu sasaran fisik prioritas yang tengah digarap adalah pembangunan sarana sumur bor.

Dandim menjelaskan, keberadaan sumur bor ini dirancang secara terpadu untuk memberikan manfaat ganda (double impact), menjamin ketersediaan air bersih harian bagi pemukiman warga sekaligus memasok kebutuhan irigasi lahan pertanian di saat kemarau melanda.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Artis Bobby Joseph Usai Pakai Tembakau Sintetis

“Semoga dengan adanya sumur bor dari Program TMMD ini nantinya dapat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menunjang produktivitas lahan pertanian,” ujar Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur air bersih merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di pedesaan.

Dengan ketersediaan pasokan air yang memadai, hasil pertanian diyakini akan meningkat sehingga mampu mendorong kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.

Perhatian dan kehadiran langsung Komandan Kodim 0813 Bojonegoro menorehkan kesan mendalam di hati warga.

Kusnadi mengaku bangga atas sikap humanis kepemimpinan TNI yang mau turun langsung merangkul dan mendengarkan aspirasi masyarakat bawah.

“Kami merasa sangat bangga dan tersanjung. Bapak Dandim tidak hanya meninjau bangunan fisik dari kejauhan, tetapi mau turun langsung ke tanah sawah, meraba daun tembakau kami, dan mendengarkan suara hati petani.

Tembakau adalah tulang punggung keluarga di sini. Perhatian ini menjadi bahan bakar semangat baru bagi warga untuk terus meningkatkan hasil pertanian,” ungkap Kusnadi penuh haru.

BACA JUGA  Keceriaan Anak Dusun Klagin Bersepeda di Atas Paving Baru TMMD Ke-128 yang Rampung 100 Persen

Kunjungan tersebut ditutup dengan raut wajah optimis dari para petani Dusun Bekatul.

Bagi masyarakat Desa Kesongo, hadirnya pembangunan sumur bor program TMMD ke-129 bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan hadirnya oase kehidupan.

Hal itu bukti nyata bahwa kolaborasi kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menyirami dahaga pembangunan, dan menumbuhkan kesejahteraan dari pelosok desa.(ACZ/04)