Erupsi Anak Krakatau, Warga Tangerang Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah Banten. (Foto: IST/SP)

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda menyebab abu menyebar di sejumlah Kabupaten dan Kota di Banten, maka pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menghimbau warga supaya mengurangi kegiatan di luar ruang.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi dihubungi SudutPandang.Id Minggu (6/9/2026) mengatakan pihaknya berharap masyarakat untuk dapat mengurangi berbagai kegiatan di luar rumah.

“Jika terpaksa maka harus pakai masker medis, bukan masker kain,” kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat itu.

Hendra bilang selain itu bila ada kegiatan di luar ruang maka diharuskan pakai pelindung mata dan baju yang lebih tertutup.

BACA JUGA  Hari Anak Nasional, DP3A Kabupaten Tangerang Dorong Orang Tua Bangun Komunikasi dalam Keluarga

Pernyataan tersebut terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) hingga saat ini mengeluarkan abu vulkanik menyebar ke semua wilayah di Banten dan sebagian daerah di Jawa Barat.

Bahkan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan untuk sementara, sebanyak 209 penerbangan lokal dan mancanegara ditunda keberangkatan.

Demikian pula abu erupsi tersebut merata menyebar pada 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya bahwa warga yang terkenal abu tersebut bisa terkena penyakit insfeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Dampak abu tersebut juga menyebabkan iritasi pada mata serta alergi kulit,” katanya. (WAR)