Kajari Wahyudi: Harlah Kejaksaan Bukan Sekadar Seremonial Tetapi Momentum Penting Teladani Semangat Pejuang

Kajari
Kajari Kabupaten Tangerang, Wahyudi Eko Husodo melakukan ziarah ke makam pahlawan Raden Aria Wangsakara di Pagedangan terkait Harlah Kejaksaan RI. (Foto: ist)

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang, Banten, Wahyudi Eko Husodo menyatakan bahwa peringatan Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan bukan sekadar kegiatan seremonial semata tetapi menjadi momentum yang penting untuk meneladani semangat para pejuang.

“Ziarah dan apel ini menjadi momentum bagi kami untuk mengenang sekaligus mengambil nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” kata Wahyudi di Kecamatan Pagedangan, Rabu (2/9/2026).

Kajari Wahyudi mengatakan hal tersebut dalam rangka memperingati Harlah Kejaksaan Republik Indonesia, dan pihaknya menggelar ziarah dan tabur bunga di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara, Kecamatan Pagedangan.

Ia bilang bahwa semangat para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.

BACA JUGA  Polres Pasuruan Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pucangsari, Purwodadi

Masih kata Wahyudi nilai perjuangan, keberanian, integritas dan pengabdian yang diwariskan para pahlawan harus terus menjadi pegangan, terutama bagi seluruh insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas.

Ia menambahkan, sosok Raden Aria Wangsakara memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Namun semangat perjuangan Raden Aria dalam mempertahankan tanah air menjadi teladan yang harus terus diwariskan.

Meski demikian, momentum Harlah Kejaksaan ini juga menjadi pengingat bagi untuk terus memperkuat integritas, profesionalitas dan semangat pengabdian.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja nyata dan penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar mantan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalimantan Tengah itu.

Kegiatan diawali upacara bendera dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan serta ziarah dan tabur bunga ke makam pahlawan nasional yang lahir tahun 1681 itu. (WAR/04)