Fabian Glen Mariano Juara Open JAPFA Chess Festival 2026

Pecatur asal Bali Fabian Glen Mariano keluar sebagai juara kategori Open JAPFA Chess Festival 2026 di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pecatur asal Bali, Fabian Glen Mariano, keluar sebagai juara kategori Open pada JAPFA Chess Festival 2026 yang berlangsung di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, 1-6 September 2026.

Fabian Glen memastikan gelar juara setelah mengumpulkan 7,5 poin dari rangkaian pertandingan catur klasik. Ia memiliki jumlah poin yang sama dengan Gilbert.

Namun, Fabian Glen unggul dalam perhitungan Solkof atau tiebreak berdasarkan kualitas lawan yang dihadapi.

Gelar tersebut menjadi pencapaian kedua Fabian Glen di JAPFA Chess Festival. Ia mengaku senang dapat kembali menjadi yang terbaik dalam turnamen catur yang mempertemukan sejumlah pecatur dari berbagai daerah tersebut.

“Perasaan saya sangat bahagia ya, karena ini yang kedua kalinya saya berhasil menjuarai Japfa Chess Festival ini. Apalagi kemarin kan sempat ada kesalahan, kesalahan dari panitia ya. Tapi habis itu ada kesalahan diperbaiki, akhirnya saya yang juara,” ujar Fabian Glen dalam keterangan resmi, Senin.

Fabian Glen mengatakan persaingan pada JAPFA Chess Festival 2026 terasa lebih menegangkan dibandingkan ketika dirinya meraih gelar juara pada edisi sebelumnya.

Menurut dia, salah satu faktor yang membuat persaingan kali ini lebih menegangkan adalah perolehan poin yang cukup ketat hingga babak terakhir.

BACA JUGA  Thailand U16 Tembus Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Kondisi tersebut membuat dirinya harus menunggu hasil perhitungan Solkof untuk memastikan posisi akhir.

“Kalau yang tahun ini lebih deg-degan ya. Karena yang sebelumnya saya juara itu poin delapan sendiri poinnya, enggak ada yang bareng. Tapi kali ini ada yang bareng, jadi agak deg-degan gitu menunggu,” kata Fabian Glen.

Selain tampil di kategori Open catur klasik, Fabian Glen juga ambil bagian dalam kategori Catur Kilat atau Blitz Chess. Ia menunjukkan performa cukup konsisten dengan mengantongi delapan poin dari sembilan babak pertandingan.

Namun, torehan tersebut belum cukup untuk membawanya ke posisi podium teratas. Fabian Glen harus puas menempati peringkat empat setelah kembali kalah dalam perhitungan Solkof.

“Catur kilat tadi sembilan babak saya poin delapan, draw dua kali. Tapi saya peringkat empat karena kalah solkoff oleh peringkat dua dan tiga,” ujar Fabian Glen.

Prestasi Fabian Glen sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan pada JAPFA Chess Festival 2026. Sistem perhitungan tiebreak menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan posisi pecatur ketika terdapat pemain dengan jumlah poin yang sama.

JAPFA Chess Festival sendiri menjadi salah satu ajang yang memberikan kesempatan bagi pecatur untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan lawan dari berbagai latar belakang.

BACA JUGA  Mabruk Arib Jadi Pembawa Bendera di Pembukaan ASEAN Para Games 2025

Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pembinaan dan kompetisi bagi pecatur nasional.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), Pandapotan Sinaga, memberikan apresiasi kepada JAPFA selaku penyelenggara.

Ia menilai turnamen tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan olahraga catur di Indonesia.

Pandapotan juga menyoroti kemunculan sejumlah talenta muda dalam ajang tersebut. Menurutnya, kejuaraan seperti JAPFA Chess Festival dapat menjadi sarana latihan sekaligus pembinaan bagi atlet sebelum menghadapi kompetisi dengan level lebih tinggi.

“Dengan kegiatan ini, bisa menambah latihan yang dilakukan para pemain-pemain catur, terlebih para pecatur-pecatur muda yang ada di kita. Hari ini dari laporan Pak Henry Jamals bahwa juaranya saja sekarang umur 12 tahun,” ujar Pandapotan.

Menurut Pandapotan, kompetisi nasional yang berlangsung secara rutin penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan pecatur.

Atlet muda membutuhkan pengalaman bertanding untuk meningkatkan kemampuan teknis, mental, sekaligus kepercayaan diri.

JAPFA Chess Festival 2026 pun tidak hanya menjadi arena perebutan gelar bagi pecatur senior atau kategori Open.

Kehadiran pecatur muda dalam berbagai nomor pertandingan menjadi bagian penting dari proses regenerasi atlet catur Indonesia.

BACA JUGA  Lutfi Ali Gagal Gusur Novendra di JAPFA FIDE Rated 2026

Bagi Fabian Glen Mariano, kemenangan di kategori Open menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya. Gelar kedua di JAPFA Chess Festival juga memperlihatkan kemampuannya mempertahankan performa dalam persaingan yang berlangsung ketat.

Sementara itu, PB Percasi berharap semakin banyak kompetisi yang dapat memberikan ruang bagi pecatur muda untuk berkembang.

Dengan frekuensi pertandingan yang lebih banyak, para atlet diharapkan memiliki pengalaman yang cukup sebelum tampil pada kejuaraan nasional maupun internasional.

Keberhasilan Fabian Glen meraih gelar juara kategori Open JAPFA Chess Festival 2026 sekaligus menutup persaingan dengan hasil positif.

Dengan torehan 7,5 poin dan keunggulan Solkof atas Gilbert, pecatur asal Bali itu kembali mencatatkan namanya sebagai juara JAPFA Chess Festival. (09/AGF).