Duta Jaga Peluang Juara JAPFA Chess Festival

Pecatur muda Indonesia MI Satria Duta Cahaya menjaga peluang menjuarai Duel Match putra JAPFA Chess Festival 2026 setelah bermain imbang melawan MI Dau Khoung Duy dari Vietnam di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta. (Foto: IST/SP).

JAKARTA – SUDUTPANDANG.ID – Pecatur muda Indonesia, Master Internasional (MI) Satria Duta Cahaya, masih menjaga peluang untuk menjuarai kategori Duel Match putra pada JAPFA Chess Festival 2026.

Duta bermain imbang 1 VP–1 VP melawan pecatur Vietnam, MI Dau Khoung Duy, dalam pertandingan yang berlangsung di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026) malam.

Hasil tersebut membuat persaingan Duel Match putra berlangsung semakin ketat. Khoung Dau sementara memimpin dengan koleksi 3,5 VP, sedangkan Duta mengumpulkan 2,5 VP. Dengan dua babak catur kilat atau blitz chess yang akan dimainkan pada Sabtu (5/9/2026), peluang Duta untuk membalikkan keadaan masih terbuka.

Duta sebelumnya sempat kehilangan poin setelah mengalami kekalahan pada babak kelima catur cepat. Kesalahan langkah pada fase akhir pertandingan membuat pecatur muda Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan lawannya.

Namun, Duta mampu segera bangkit pada babak keenam. Tampil lebih agresif, ia memberikan tekanan kepada Khoung hingga akhirnya pecatur Vietnam tersebut menyerah. Hasil itu membuat persaingan menuju gelar juara Duel Match putra kembali terbuka.

“Kalau mau nyari remis, bisa. Tapi saya berusaha menang. Karena sempat salah langkah, saya kalah,” kata Duta saat mengevaluasi penampilannya di babak kelima.

Performa Duta juga mendapat perhatian dari pengamat catur Indonesia, Kristianus Liem. Ia menilai Duta seharusnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan kelima, tetapi waktu berpikir yang cukup panjang membuat konsentrasinya terganggu dan berujung pada kesalahan.

BACA JUGA  KONI Apresiasi Japfa Chess Festival 2026

Kristianus tetap optimistis Duta mampu mengejar ketertinggalan pada dua babak berikutnya. Menurut dia, peluang untuk memenangkan Duel Match masih terbuka, terutama karena format pertandingan masih menyisakan babak catur kilat.

“Babak kelima seharusnya Duta menang. Sayangnya dia agak lama berpikirnya dan sempat membuat kesalahan. Tapi peluang Duta untuk memenangkan Duel Match masih ada,” tegas Kristianus.

Sementara itu, persaingan Duel Match putri menunjukkan kondisi berbeda. Pecatur Kazakhstan, GMW Xeniya Balabayeva, yang memiliki rating 2384, untuk sementara unggul jauh 5 VP–1 VP atas wakil Indonesia, MIW Laysa Latifah, yang memiliki rating 2213.

Ketatnya persaingan juga terjadi di kategori Open. Hingga babak ketujuh catur standar, empat pecatur berhasil mengoleksi enam VP. Mereka adalah MI Anjas Novita, MI Gilbert Elroy Tarigan, MF Fabian Glen Mariano, dan pecatur senior MI Danny Juswanto.

Selain menghadirkan persaingan di atas papan catur, JAPFA Chess Festival 2026 juga menjadi ruang untuk membahas keberlanjutan pembinaan pecatur muda Indonesia. Salah satunya melalui talkshow bertajuk “Menggagas Kolaborasi Pembinaan Catur Junior Indonesia”.

Talkshow tersebut dihadiri jajaran pengurus federasi, pecatur senior, dan sejumlah tokoh catur nasional, termasuk WGM Medina Warda Aulia. Forum membahas pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang mampu menghasilkan pecatur berkualitas.

BACA JUGA  Japfa Chess Festival 2026 Buru Grand Master Baru

Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) memberikan apresiasi terhadap konsistensi JAPFA dalam mendukung perkembangan catur nasional. Dukungan tersebut telah berjalan selama hampir tiga dekade dan dinilai memberikan kontribusi terhadap pembinaan catur di Indonesia.

“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi buat JAPFA. Karena JAPFA sangat konsisten dengan membangun ekosistem catur di Indonesia,” ujar Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya.

Eka juga menyoroti penghargaan Distinguished Asian Sponsor yang diterima JAPFA dari Asian Chess Federation (ACF) pada 2025. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap konsistensi JAPFA dalam mendukung perkembangan catur Indonesia.

“Itu suatu tanda bahwa mereka juga melihat bagaimana sepak terjang JAPFA di dunia catur Indonesia,” tambah Eka, yang juga merupakan pendiri Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA).

Komitmen pembinaan tersebut akan dilanjutkan melalui program Chess Camp yang digelar JAPFA bersama PB Percasi pada 7 September hingga 16 Oktober 2026. Sebanyak 12 pecatur muda terbaik hasil seleksi program JAPFA For Kids akan mengikuti pemusatan latihan terpadu tersebut.

VP-Head of Social Investment PT JAPFA Comfeed Indonesia, R. Artsanti Alif, mengatakan keberlanjutan kerja sama dengan PB Percasi selama 28 tahun dibangun melalui komunikasi dan visi pembinaan yang kuat.

BACA JUGA  Kalahkan Augsburg 3-0, Borussia Dortmund Kembali Pimpin Liga Jerman

“28 tahun hubungan kami dengan Percasi kami jaga dengan baik, makin lama semakin akrab. Keberlanjutan itu ada karena komunikasi yang baik,” ungkap Artsanti.

Menurut Artsanti, Chess Camp tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan taktik para pecatur muda. Program tersebut juga mencakup pembinaan fisik, psikologi, serta pemenuhan kebutuhan gizi untuk mendukung performa atlet.

“Akan ada 12 siswa melakukan Chess Camp dari tanggal 7 September hingga 16 Oktober. Pembinaan fisik, psikologi, dan pola makan yang sesuai karena kalau tidak makan yang baik, mereka tidak bisa berpikir dengan benar,” tegas Artsanti.

Rangkaian JAPFA Chess Festival 2026 pun menunjukkan bahwa pembinaan catur membutuhkan pendekatan menyeluruh.

Persaingan Duta dan pecatur lainnya di arena menjadi bagian dari proses mencetak atlet berprestasi, sementara program pembinaan jangka panjang menjadi fondasi untuk menyiapkan generasi pecatur Indonesia berikutnya. (09/AGF).