JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat dan Badan Intelijen Negara (BIN) membahas penguatan pendekatan budaya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta pemberdayaan masyarakat.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam kunjungan silaturahmi rombongan Masda Jabar yang dipimpin Ketua Masda Jabar Anton Charliyan ke BIN, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Siaran pers Masda Jabar, Sabtu (12/9/2026), menyebutkan, rombongan diterima Sekretaris Utama BIN Letjen TNI Rafael Granada Baay bersama sejumlah pejabat BIN.
Dalam pertemuan itu, Anton Charliyan menyampaikan bahwa pendekatan budaya perlu menjadi bagian dalam pembangunan SDM.
Menurut budayawan yang akrab disapa Abah Anton, pendekatan tersebut dapat membantu program pemberdayaan masyarakat karena mempertimbangkan adat, tradisi, serta karakter masyarakat di setiap daerah.
“Dalam pembangunan SDM, pendekatan budaya merupakan pola yang tepat dan dapat diterima masyarakat di mana pun. Cultural approach lebih mengedepankan rasa, selain pertimbangan rasional,” ujar Abah Anton.
Abah Anton mengatakan, Indonesia memiliki ribuan etnis dengan keragaman budaya dan adat istiadat.
Karena itu, pola pemberdayaan masyarakat, menurutnya, perlu disesuaikan dengan karakteristik budaya masing-masing daerah.
Ia juga menilai kekuatan budaya dapat menjadi salah satu modal sosial untuk mencegah dan mengantisipasi radikalisme, intoleransi, serta berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Diharapkan pembangunan SDM ke depan lebih memprioritaskan pendekatan budaya,” kata pria kelahiran Tasikmalaya lulusan Akpol 1984 itu.
Masda Jabar Tawarkan Kerja Sama
Dalam pertemuan tersebut, Abah Anton juga menyampaikan peluang kerja sama antara Masda Jabar dan BIN dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Abah Anton, jaringan komunitas budaya Masda Jabar yang tersebar di sejumlah wilayah Nusantara dapat berkontribusi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap ada kerja sama konkret di lapangan antara BIN dan Masda Jabar. Melalui komunitas budaya di berbagai daerah, kami siap membantu apabila diperlukan,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Rafael menyambut baik gagasan yang disampaikan Abah Anton Charliyan bersama pengurus.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut mengingatkan pentingnya pendekatan budaya dalam pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk ketika membangun komunikasi dengan komunitas masyarakat, seni, adat dan tradisi setempat.
Rafael juga menyatakan akan mengingatkan jajaran BIN daerah mengenai pentingnya pendekatan budaya dalam pemberdayaan masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman etnis, budaya dan adat istiadat.
“Memang diperlukan penguatan pendekatan budaya dalam pembangunan SDM di Indonesia,” ujar Rafael.
Rafael turut menyambut baik gagasan kerja sama antara Masda Jabar dan BIN. Menurutnya, gagasan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih lanjut.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Ketua I Masda Jabar Bunda Ully Sigar Rusadi, Ketua II Bunda RR Okky Yudahanegara, Bunda Anita Fitria dari Biro Hukum, drg. Rahma Nur Agnitya dari Biro Kesehatan, H. Mulyadi dari Biro Ekonomi dan Pertanian, serta Sularno dari Biro Humas.(Rkm)











