ASAHAN, SUMUT, SUDUTPANDANG.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, S.E., M.Si., turut ambil bagian dalam pertandingan sepak bola eksebisi antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Pertandingan persahabatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi lintas instansi melalui kegiatan olahraga.
Musa Al Bakri turun langsung dalam laga tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga di lingkungan pemerintahan.
Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya mendorong budaya hidup sehat, tidak hanya bagi aparatur pemerintah, tetapi juga masyarakat dan lingkungan pendidikan di Kabupaten Asahan.
Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sejumlah pimpinan daerah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kedua wilayah turut hadir menyaksikan sekaligus mengikuti kegiatan olahraga bersama tersebut.

Dari jajaran Kabupaten Asahan, pertandingan diwarnai kehadiran Bupati Asahan bersama sejumlah unsur Forkopimda. Di antaranya jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, serta unsur terkait lainnya.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pertandingan sepak bola antarpemerintah daerah. Laga eksebisi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi dan hubungan antarpimpinan serta aparatur dari Kabupaten Asahan dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Suasana pertandingan berlangsung santai, tetapi tetap diwarnai semangat kompetitif. Para pemain dari kedua pemerintah daerah menunjukkan antusiasme selama pertandingan, sementara kehadiran para pejabat daerah membuat laga semakin meriah.
Bagi Musa Al Bakri, olahraga dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun kebersamaan. Aktivitas olahraga bersama memungkinkan aparatur dari berbagai instansi bertemu dalam suasana yang lebih informal sehingga komunikasi dan hubungan kerja dapat terjalin dengan lebih baik.
Selain mempererat hubungan antardaerah, kegiatan tersebut juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kebugaran tubuh. Kesibukan dalam menjalankan tugas pemerintahan membuat kesehatan dan kebugaran aparatur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas kerja.
Karena itu, olahraga bersama dinilai dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kebiasaan hidup aktif di lingkungan pemerintahan.
Semangat tersebut juga diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan mendorong agar aktivitas olahraga tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sekolah.
Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik, tetapi juga dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama, serta sportivitas. Nilai-nilai tersebut penting untuk ditanamkan kepada peserta didik sejak usia dini.
Melalui kegiatan olahraga bersama seperti pertandingan eksebisi tersebut, pemerintah daerah juga dapat menunjukkan bahwa gaya hidup sehat perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan secara luas.
Tidak hanya aparatur sipil negara, tetapi juga masyarakat dan generasi muda di lingkungan sekolah.
Pertandingan antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai pada akhirnya menjadi sarana untuk menggabungkan aktivitas olahraga dengan penguatan hubungan antardaerah.
Kehadiran unsur pimpinan daerah dan Forkopimda dari kedua kabupaten memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi media membangun komunikasi di luar agenda formal pemerintahan.
Bagi Kabupaten Asahan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan aktivitas olahraga di tengah masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik.
Kegiatan olahraga bersama juga dapat menjadi ruang untuk membangun semangat kebersamaan dan memperkuat koordinasi antarinstansi.
Dengan demikian, laga eksebisi Asahan kontra Sergai bukan hanya pertandingan persahabatan. Kegiatan tersebut membawa pesan mengenai pentingnya sinergi, kebugaran, sportivitas, dan gaya hidup sehat dalam mendukung produktivitas aparatur serta masyarakat.
Melalui olahraga, hubungan antarpemerintah daerah dapat semakin dekat, sementara budaya hidup aktif dapat terus diperkenalkan hingga ke lingkungan sekolah dan masyarakat luas. (MA/09)











