Mbah Samijah Berharap Bantuan Program RTLH, Begini Respons Kades Gagakan

Mbah Samijah Berharap Bantuan Program RTLH, Begini Respons Kades Gagakan
Rumah Mbah Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: istimewa)

BLORA, SUDUTPANDANG.ID – Pemberitaan mengenai kondisi rumah Mbah Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang tidak layak huni mendapat perhatian dan mendorong datangnya bantuan.

Mbah Samijah berharap pemerintah juga memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

Desa Gagakan tercatat mendapat kuota lima unit RTLH melalui Bantuan Provinsi pada 2025 serta 11 unit program bedah rumah dari aspirasi pada 2026.

Warga setempat sebelumnya telah beberapa kali mengusulkan nama Mbah Samijah sebagai penerima bantuan. Namun, bantuan RTLH tersebut belum diterima Samijah. Salah satu alasan yang disampaikan berkaitan dengan status tanah tempat rumahnya berdiri yang tercatat atas nama anaknya.

Saat dihubungi awak media pada Jumat (11/9/2026), Kepala Desa (Kades) Gagakan Sugiarto belum memberikan tanggapan mengenai persoalan tersebut.

Sugiarto kemudian ditemui langsung di lokasi pada Sabtu (12/9/2026). Namun, ia belum memberikan penjelasan mengenai pengajuan bantuan RTLH untuk Mbah Samijah.

BACA JUGA  Polres Blora Tangkap Residivis, Ngaku Bobol Tujuh Rumah di Jiken

Gak sesok ae sesok ae, Wes Yo tanggapane apik ngono ae,” ucap Sugiarto sambil berjalan menjauh.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai status tanah yang menjadi alasan bantuan belum diterima Samijah, Sugiarto kembali tidak memberikan penjelasan.

“Besok, besok, besok,” katanya sebelum menaiki sepeda motor.

IPSM

Sementara itu, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Blora, Yannanta Laga Kusuma, mendatangi rumah Mbah Samijah dengan membawa bingkisan sembako sekaligus melihat kondisi tempat tinggal tersebut.

Laga yang juga menjabat Kades Bangsri, Kecamatan Jepon, mengatakan, masyarakat dan media dapat menyampaikan informasi mengenai persoalan sosial yang ditemukan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap teman-teman media ataupun masyarakat bisa bersinergi dengan pemangku wilayah masing-masing. Jika ada kasus sosial di desa, bisa langsung dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Pak Kades setempat, lalu disampaikan ke kami untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Laga di lokasi.

BACA JUGA  Buntut Tudingan Ijazah, Roy Suryo Dipolisikan Relawan Jokowi

Menurut Laga, IPSM Blora menangani berbagai persoalan sosial, mulai dari krisis air bersih, pendampingan kesehatan, anak terlantar, putus sekolah, hingga kelompok rentan lainnya.

Dalam penanganannya, IPSM berkoordinasi lintas sektor dengan pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Laga mengatakan, meski kepengurusan baru, IPSM Blora telah melakukan sejumlah kegiatan penanganan persoalan sosial.

Salah satunya adalah penanganan dua anak terlantar di Desa Temurejo yang tinggal di rumah tanpa listrik dan menggunakan senter untuk belajar.

IPSM memberikan sepeda listrik dan sepeda gowes kepada kedua anak tersebut. Selain itu, IPSM menyiapkan modal usaha agar ibu mereka yang bekerja di luar pulau dapat kembali dan mengasuh anak-anaknya.

BACA JUGA  DPRD Pasbar Gelar Rapat Bahas Masalah PHK Guru Bakrie Utama

“Yang paling mengesankan belakangan ini adalah penanganan dua anak terlantar yang hidup tanpa listrik di rumah. Untuk belajar saja mereka pakai senter. Selain memberi bantuan sepeda, kami juga membantu memulangkan ibunya dari luar pulau dan menyokong modal usaha agar beliau bisa mengasuh anaknya sendiri di rumah,” ungkapnya.(Teguh/01)