PANDEGLANG-BANTEN, SUDUTPANDANG.ID – Tim SAR gabungan memperluas wilayah penyisiran melalui jalur laut dan udara terhadap rombongan wartawan yang hilang kontak saat meliput meletusnya Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Sabtu (12/9/2026) atau memasuki hari kelima (H5) operasi SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, Sabtu (12/9) menjelaskan hal itu terkait perkembangan operasi pencarian korban.
“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan,” katanya.
Menurut dia ada sebanyak enam sektor pencarian laut, yakni Sektor T, U, Z, W, X dan Y dengan total luas area pencarian sekitar 2.537 nautical mile persegi.
Sementara pencarian udara melalui Sektor H mencakup area sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Disampaikannya pula bahwa keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi, mengingat kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis.
“Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi dan setiap informasi yang berpotensi memberikan petunjuk akan segera ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara itu kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10-20 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Pencarian laut melibatkan sejumlah kapal dan unsur SAR, di antaranya KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KRI Leuser, KAL Anyer, KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa, TB Gunung Santri, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka 247, RBB Pulau Peucang serta RIB 02 Lampung.
Untuk memperluas jangkauan pemantauan dari udara, Tim SAR juga mengerahkan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas.
Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula ketika rombongan jurnalis berangkat menggunakan speedboat (kapal cepat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menuju kawasan GAK untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima pewarta foto, yakni Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Kantor Berita Anadolu).
Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain yang berada di dalam kapal yakni nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu. (red/Basarnas/Ant/02)











