JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menyampaikan simpati dan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi pada KM Virgo Transport 8. Manajemen BKI turut menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. BKI juga mendoakan keselamatan para penumpang serta korban lainnya yang terdampak.
Dalam pernyataannya, PT Birokrasi Klarifikasi Indonesia memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, pertolongan, dan penanganan insiden KM Virgo Transport 8.
Dukungan tersebut secara khusus ditujukan kepada Kementerian Perhubungan, TNI dan Polri, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden.
Plt VP Sekretaris Perusahaan PT Biro Klarifikasi Indonesia (Persero), Abdur Rahman, menjelaskan bahwa BKI sebagai badan klasifikasi memiliki fungsi menjalankan pemeriksaan dan survei terhadap kapal berdasarkan standar, ketentuan, serta rules klasifikasi yang berlaku.
“BKI sebagai Badan Klasifikasi senantiasa menjalankan fungsinya melalui proses pemeriksaan dan survey terhadap kapal sesuai dengan standar, ketentuan, dan rules klasifikasi yang berlaku,” ujar Plt VP Sekretaris Perusahaan PT Biro Klarifikasi Indonesia (Persero), Abdur Rahman.
“Setiap kapal yang berada dalam klas BKI telah melalui proses pemeriksaan sesuai lingkup dan persyaratan yang ditetapkan, sebagai bagian dari upaya memastikan pemenuhan standar teknis kapal dan keselamatan para pengguna.” tambahnya.
Menurut BKI, proses pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kapal memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan serta mendukung aspek keselamatan bagi para pengguna jasa transportasi laut.
BKI menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga standar keselamatan pelayaran di Indonesia.
Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Perhubungan, pemilik dan operator kapal, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim.
BKI menyatakan kerja sama lintas pihak diperlukan untuk membangun ekosistem maritim yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Insiden KM Virgo Transport 8 juga menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan komitmen bersama seluruh unsur dalam ekosistem transportasi laut.
BKI memastikan akan terus menjalankan fungsi klasifikasi secara profesional, independen, dan konsisten sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan keselamatan sektor maritim Indonesia.
Komitmen tersebut diarahkan untuk memastikan standar klasifikasi dan keselamatan kapal terus diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mendukung terciptanya pelayaran Indonesia yang semakin aman dan andal.(04)










